Site icon Zona Sulawesi

APRI Donggala Resmi Dilantik, Isram Said Lolo Dorong Penghulu Hadir dengan Karya

Ketua Pengurus Wilayah APRI Provinsi Sulawesi Tengah, Isram Said Lolo, S.Ag., M.H., Resmi melantik Pengurus APRI Kabupaten Donggala. (Foto: IST).

DONGGALA, ZonaSulawesi.id – Pelantikan Pengurus Cabang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PC APRI) Kabupaten Donggala menjadi momentum untuk memperkuat profesionalisme penghulu sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat.

Pelantikan yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Donggala, Rabu (16/9/2026), dirangkaikan dengan pelantikan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Donggala dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Rangkaian kegiatan diawali dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kemudian dilanjutkan dengan pelantikan PC APRI Kabupaten Donggala dan FKPP Kabupaten Donggala.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah Dr. Junaidin, S.Ag., M.A., Ketua Pengurus Wilayah APRI Provinsi Sulawesi Tengah Isram Said Lolo, S.Ag., M.H., Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kanwil Kemenag Sulteng, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Donggala beserta jajaran, Ketua MUI Kabupaten Donggala, Ketua FKUB Kabupaten Donggala, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan keagamaan, serta ASN dan PPPK.

Pelaksanaan pelantikan yang dirangkaikan dengan Maulid Nabi dinilai memiliki makna tersendiri. Nilai keteladanan Rasulullah SAW seperti amanah, kejujuran, kepedulian, persaudaraan dan pelayanan kepada umat diharapkan menjadi landasan dalam menjalankan tugas organisasi maupun pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Donggala dalam sambutannya menekankan agar keberadaan APRI dan FKPP tidak berhenti pada kegiatan administratif maupun seremonial.

Menurutnya, kedua organisasi tersebut harus mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan kehidupan keagamaan di Kabupaten Donggala.

APRI diharapkan dapat menjadi mitra strategis Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Para penghulu juga didorong untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas dan kemampuan memberikan pelayanan yang humanis.

Peran penghulu, kata dia, tidak semata-mata berkaitan dengan pelaksanaan akad nikah. Penghulu juga memiliki ruang pengabdian dalam memberikan edukasi perkawinan, pembinaan keluarga serta penguatan ketahanan keluarga.

Sementara FKPP diharapkan menjadi wadah komunikasi dan kolaborasi antarpondok pesantren di Kabupaten Donggala. Pesantren dinilai memiliki peran penting dalam pendidikan, dakwah, pembentukan karakter serta pemberdayaan masyarakat.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang harmonis antara organisasi keagamaan, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.

“Ukuran keberhasilan organisasi bukan hanya dari banyaknya kegiatan, tetapi seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat,” demikian penekanan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Ketua Pengurus Wilayah APRI Provinsi Sulawesi Tengah, Isram Said Lolo, S.Ag., M.H., mengatakan pelantikan PC APRI Kabupaten Donggala harus menjadi awal bagi pengurus untuk memperkuat pengabdian dan kontribusi organisasi.

Ia menegaskan APRI merupakan organisasi profesi penghulu yang harus mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar menjalankan agenda seremonial.

Menurut Isram, penghulu merupakan bagian dari garda terdepan pelayanan keagamaan karena bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan masyarakat.

Karena itu, penghulu dituntut tidak hanya hadir ketika masyarakat melangsungkan pernikahan, tetapi juga berperan dalam edukasi perkawinan, pembinaan keluarga dan penguatan ketahanan keluarga.

Profesionalisme, integritas dan kompetensi, kata dia, harus menjadi identitas setiap penghulu dalam menjalankan tugas.

Isram juga mendorong PC APRI Kabupaten Donggala membangun sinergi dengan Kementerian Agama, pemerintah daerah, MUI, FKUB, pondok pesantren, organisasi kemasyarakatan keagamaan serta pemangku kepentingan lainnya.

“APRI harus hadir dengan karya, bukan sekadar nama. Jabatan boleh berakhir, kepengurusan boleh berganti, tetapi karya dan kemanfaatan bagi masyarakat harus terus meninggalkan jejak,” tegas Isram.

Ia berharap APRI Donggala dapat melahirkan program yang inovatif, terukur dan memiliki dampak sosial, terutama dalam menjawab persoalan aktual masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah Dr. Junaidin, S.Ag., M.A., menekankan bahwa pelantikan merupakan momentum untuk memperbarui komitmen dan tanggung jawab pengabdian.

Menurutnya, pengurus yang telah dilantik harus mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Junaidin juga menekankan pentingnya pelayanan publik yang profesional, transparan, humanis dan berintegritas. Penghulu diminta menjaga marwah profesi sekaligus kepercayaan masyarakat.

Dalam konteks pelayanan perkawinan, ia mendorong agar tugas penghulu dipandang secara lebih luas sebagai bagian dari upaya membangun keluarga yang berkualitas.

Kakanwil juga mengingatkan bahwa Kementerian Agama membutuhkan dukungan berbagai organisasi keagamaan dalam menjalankan program pelayanan umat.

Karena itu, APRI dan FKPP diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan membangun kolaborasi yang produktif dengan pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan berbagai elemen lainnya.

“Kita tidak boleh bekerja sendiri-sendiri. Tantangan umat semakin kompleks, sehingga membutuhkan sinergi, kolaborasi dan komitmen bersama,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan Junaidin.

Ia juga mengingatkan jajaran ASN dan PPPK Kementerian Agama untuk terus menjaga integritas, kedisiplinan serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang mengawali rangkaian kegiatan menjadi pengingat bahwa penguatan kelembagaan dan pelayanan keagamaan harus tetap berlandaskan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW.

Amanah, kejujuran, kasih sayang, kepedulian dan pelayanan kepada sesama menjadi nilai yang diharapkan dapat diterapkan oleh penghulu, pengurus organisasi, pengelola pesantren maupun aparatur Kementerian Agama.

Dengan dilantiknya PC APRI dan FKPP Kabupaten Donggala, momentum tersebut diharapkan tidak berhenti pada pengesahan kepengurusan, tetapi berlanjut melalui program dan kolaborasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ke depan, APRI, FKPP, Kementerian Agama, pemerintah daerah, pondok pesantren, tokoh agama, tokoh masyarakat dan organisasi keagamaan diharapkan dapat memperkuat kerja sama dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta kehidupan keagamaan di Kabupaten Donggala.

Exit mobile version