Site icon Zona Sulawesi

ARTI : Gubernur dan Kapolda Sulteng Harus Bertanggungjawab Tewasnya Seorang Demonstran di Tinombo Selatan

Aktivis Aliansi Rakyat Tani (ARTI) Koalisi Tolak Tambang (KTT), Muhammad Farno. Foto: ISTIMEWA

Parigi Moutong, Zona Sulawesi – Salah satu aktivis Aliansi Rakyat Tani (ARTI) Koalisi Tolak Tambang (KTT), Muhammad Farno meminta Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Rusdi Mastura dan Kapolda Sulteng Irjen Pol Rudy Sufahriadi bertanggungjawab atas tewasnya seorang demonstran.

Diduga lelaki bernama Aldi itu meninggal dunia karena terkena peluru tajam. Ia merupakan satu diantara ribuan demonstran yang melakukan aksi penolakan Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Trio Kencana, di Desa Khatulistiwa, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng), yang berhujung ricuh sekira pukul 23.15 Wita, malam. Sebab, polisi terus berupaya memaksa mundur ARTI KTT yang memblokade jalan sejak pukul 12.00 Wita, siang.

“Semua para pihak terkait, baik Gubernur Sulteng,Rusdi Mastura maupun kepolisian harus bertanggungjawab atas nyawa yang tidak boleh di tukarkan pada kepentingan apapun apalagi berkedok investasi,”kata Muhammad Farno kepada Zona Sulawesi.

Blokade jalan yang berujung ricuh itu, menurut Farno, karena buntut dari kekecewaan masyarakat atas ketidak hadiran Rusdi Mastura yang sudah berjanji akan datang di hadapan masa aksi mengakibatkan penutupan jalan Trans Sulawesi oleh dan coba dibubarkan secara represif oleh aparat kepolisian.

Baca Juga:Berujung Ricuh, Salasatu Masa Aksi ARTI KTT Tewas Diduga Akibat Terkena Peluru Tajam

Farno yang juga pengurus PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mengatakan, situasi saat ini di Kecamatan Tinombo Selatan tidak bisa lagi di pandang sebelah mata. Karena pembubaran masa aksi harusnya mengedepan langkah-langkah persuasif dan komunikasi karena pada dasarnya institusi Polri adalah pelayan masyarakat.

“Perlawanan akan tetap di galakkan meskipun langit runtuh, kami tinggal menungguh sikap kejelasan Gubernur Sulteng apakah keberpihakan pada rakyat Sulawesi tengah nyata atau akan ada dan banyak korban korban lainnya,”pungkasnya.

Exit mobile version