Site icon Zona Sulawesi

Cegah Radikalisme dan Terorime, Div Humas Polri Gelar FGD di Polresta Palu

Tim Divisi Humas Polri berkunjung ke Polresta Palu dan menggelar kegiatan FGD (Forum Group Discusion) bertempat di Gedung Rupatama Polresta Palu, pada Rabu, (10/08/2022). FOTO: Humas Polda Sulteng

Palu, Zona Sulawesi – Tim Divisi Humas Polri Yang dipimpin oleh Ketua Tim AKBP Gatot Hendro Hartono di dampingi oleh Kombes Pol Barliansyah dan Tim Bidhumas Polda Sulteng melakukan kunjungan ke Polresta Palu serta menggelar kegiatan FGD (Forum Group Discusion) bertempat di Gedung Rupatama Polresta Palu, pada Rabu, (10/08/2022).

Kegiatan FGD dalam rangka kegiatan kotra radikal yang bertemakan “Teroris adalah musuh kita bersama” mengundang narsumber dari Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme (BPET) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustad M. Mahmud Rasyid.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo dalam sambutanya yang disampaikan oleh Ketua Tim Divhumas, mengatakan bahwa, kegiatan FGD ini bertujuan untuk terciptanya Kamtibmas yang kondusif untuk masyarakat.

“Kegiatan FGD ini dengan tema pencegahan dan penanggulangan paham radikal dan terorisme di wilayah Kota Palu bahwa “Teroris adalah musuh kita bersama” untuk menciptakan Kamtibmas yang kondusif sehingga masyarakat bisa melaksanakan kegiatan dengan aman dan nyaman,” kata Ketua Tim AKBP Gatot Hendro Hartono.

Ia menjelaskan, tentang komitmen untuk menciptakan Kamtibmas yang kondusif, menjadi acuan dalam menentukan arah kebijakan strategi Polri.

“Bahwa sebagai pemelihara Kamtibmas maupun penegakan hukum haruslah dijiwai oleh tampilan dan perilaku yang sesuai dengan visi dan misi polri yang profesional dan proporsional dan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan supermasi hukum serta hak asasi manusia sehingga disegani dan mendapatkan dukungan kuat dari masyarakat untuk menjadikan keamanan dalam negeri dalam suatu kehidupan nasional yang demokratis dan masyarakat yang sejahtera,” jelanya

Baca juga: PKK Palasa Manfaatkan Lahan Tidur untuk Toga dan Sayuran

Maka, lanjut Gatot, sub satgas Banops humas kontra radikal, berupaya mempublikasikan kepada masyarakat melalui media massa, elektronik, maupun media sosial agar masyarakat tidak terpengaruh oleh hasutan-hasutan dari sekelompok yang memegang paham radikal terorisme.

“Sebagaimana kita pahami bahwa masyarakat dunia dan bangsa Indonesia senantiasa dihantui dengan paham-paham radikal dan aksi-aksi terorisme yang mengancam stabilitas negara seiring dengan kemajuan zaman radikalisme dan terorisme juga mengikuti pesatnya perkembangan teknologi,” tandas Gatot.

Kemudian, memasuki sesi penyampaian materi, Ustad M. Makmun Rasyid, menyampaikan terkait dengan strategi pencegahan dan penanganggulangan radikal-terorisme di Indonesia khususnya wilayah Palu.

“Hal-hal yang perlu dilakukan dengan menciptakan kewaspadaan dan kepedulian, menumbuhkan naluri kebangsaan, waspada terhadap peovokasi, menyebarkan pesan-pesan perdamaian dan memandaatkan media sosial dengan baik,” tegas Ustad Makmun.

Exit mobile version