Scroll Untuk Membaca Artikel

ZONA Kota Palu

Frasksi Bersih Bersih Sulteng Gaungkan Pemulihan Krisis Ekologi

370
×

Frasksi Bersih Bersih Sulteng Gaungkan Pemulihan Krisis Ekologi

Sebarkan artikel ini
Fraksi Bersih Bersih Sulteng saat melakukan aksi di depan Kantor DPRD Sulawesi Tengah : Foto : Istimewa.

Parigi Moutong, Zona Sulawesi Frakrsi Bersih-Bersih Sulteng menggaungkan pemulihan lingkungkan melalui demonstrasi dengan tuntuntan Pulihkan Sulawesi Tengah dari Krisis Ekologi, dalam memperingari World Environment Day atau Hari Lingkungan Hidup Sedunia, di depan Kantor DPRD Sulawesi Tengah, Kamis (7/6/2024).

Di Momentum hari Lingkungan Hidup Sedunia di bulan Juni 2024, seharusnya menjadi titik balik kita semua untuk menyelamatkan seluruh wilayah laut dan darat yang hampir mengalami krisis di Sulawesi Tengah, khususnya di wilayah-wilayah yang terus terdampak dari kegiatan pertambangan yang sampai hari ini terus berlangsung.

Momentum hari Lingkungan ini, harus dijadikan momentum untuk mengevaluasi seluruh kegiatan ekstraktivisme yang banyak memberikan dampak buruk bagi keberlangsungan lingkungan.

Rusaknya wilayah-wilayah  yang diberikan izin tambang, hal ini tentu berkosekwensi pada krisis ekologi wilayah daratan dan laut di Sulawesi Tengah. Maka dari itu kami dari Fraksi Bersih-Bersih Sulteng mengajak kita semua di Momentum hari Lingkungan Hidup Sedunia ini, menyerukan, menghentikan penghancuran wilayah-wilayah daratan dan  menjadikan laut sebagai toilet limbah tambang dan juga menghentikan wilayah-wilayah pulau untuk dibebankan izin tambang. Selain itu kami juga menyerukan menghentikan segala bentuk intimidasi dan kriminalisasi terhadap pejuang lingkungan hidup dan Hak Asasi Manusia.

Fakta yang didapatkan di lapangan oleh Fraksi Bersih-Bersih Sulteng salah satunya di wilayah Kabupaten Morowali, yang kita ketahui bersama Kabupaten ini menjadi salah satu kabupaten yang banyak  diberikan izin tambang, kegiatan pertambangan yang sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir, diduga telah menyebabkan daya tampung dan daya dukung lingkungan sudah tidak lagi memadai, sehingga menyebabkan beberapa kecamatan seperti bahodopi, Bungku timur dan Kecamatan Bungku Barat di Kabupaten Morowali harus terus menerus  terendam banjir.

Fakta lain yang didapatkan oleh Fraksi-Fraksi Bersih Sulteng, akibat kegiatan pertambangan pasir dan batuan di sepanjang Pesisir Pantai Kota Palu dan Kabupaten Donggala diduga telah menyebabkan dampak buruk  bagi warga Kelurahan Buluri dan Watusampu yang terapapar debu dan  mengakibatkan warga didua kelurahan ini terdampak ISPA sebanyak 2160 Jiwa,  dimana 68 Diantarnya Lansia,  Dewasa 1368, anak-anak 587 dan 140 balita. Hal ini terjadi,  Akibat kerusakan lingkungan yang diduga diakibatkan oleh kegiatan pertambangan di Sepanjang Pesisir Pantai Kota Palu dan Kabupaten Donggala.

Fakta – fakta tersebut sudah seharusnya menjadi peringatan kita semua, bahwa sulawesi tengah  sedang mengalami krisis ekologi dan seharusnya di pulihkan, bukan terus dihancurkan karna ambisi segelintir orang yang ingin menumpuk kekayaan dan mengorbankan warga yang berjuang atas lingkungan hidup yang bersih dan sehat sebagai hak-hak dasar mereka yang dijamin oleh undang-undang. Kami dari Fraksi Bersih-Bersih Sulteng juga menyerukan, untuk menghentikan segala bentuk intimidasi dan upaya kriminalisasi kepada seluruh warga yang mempertahankan ruang hidupnya yang akan di rampas oleh industri ekstraktif di Sulawesi Tengah.

Baca juga : Dampak Pembangunan IKN, Warga Pesisir Palu Donggala Terancam ISPA