Parigi Moutong, Zona Sulawesi – Kepala Desa (Kades) Eeya ke 10, Sumanto, S.Pd melakukan sebua terobosan berupa pembangunan balai pertemuan Desa Eeya, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong.
Pasalnya, semenjak kades pertama hingga kades sebelum Sumanto, belum ada satupun kades yang melaksanakan pembangunan balai pertemuan.
Sumanto mengatakan, Pemerintah Desa (Pemdes) Eeya menganggarkan ratusan juta untuk prmbangunan balai pertemuan pada tahun anggaran 2024, dalam dana desa.
“Untuk anggaran balai pertemuan tahun 2024 sejumlah Rp 147.004.000 juta di tahap 1 dari dana desa tahun 2024,” ujarnya saat ditemui di Kantor Desa Eeya, Jumat (24/5/2024).
Menurut Sumanto pembangunan balai pertemuan saat ini telah mencapai 65 persen.
Setelah pembangunan balai desa rampung, maka ia akan melengkapi balai ini dengan sejumlah fasilitas.
“Jadi ketika sudah siap pakai, balai pertemuan akan dilengkapi dengan AC sebanyak 2 unit, kipas angin, televisi, kulkas dan alat masak,” ucap Sumanto.
Ia juga menerangkan, alasan pihaknya membangun balai desa karena kantor desa pertama tidak lagi memenuhi kapasitas jumlah masyarakat saat pelaksanaan rapat maupun pelayanan.
Bahkan, sejumlah arsip dan administrasi di khawatirkan tercecer. Sehingga bagi Sumanto perlu adanya ruang administrasi yang baru.
“Saya melihat kantor desa pertama tidak maksimal dalam pelayanan kemudian administrasi tidak tersimpan dengan baik, karena sempit. Ini menjadi salah satu alasan saya membuat balai desa,” ungkapnya.
“Masyarakat merasa nyaman sehingga Pemdes betah dan nyaman melakukan pelayanan,” tambah Sumanto.
Sebab, Sumanto menyebutkan, disayangkan apabila menjabat sebagai kades, namun tidak memiliki jejak peninggalan semasa menjadi pemimpin di Desa Eeya.
“Tidak ada bekas tangan atau jejak sejarah rugi rasanya menjadi kepala desa,” tandasnya.
Baca juga : Bunda Paud Desa Eeya Berbagi Bingkisan
