Scroll Untuk Membaca Artikel

ZONA Parigi Moutong

Pemda Parigi Moutong Beri Pelatihan Olahan Kelor dan Sistim Aplikasi Pencatatan Keuangan Bagi Pelaku Usaha

138
×

Pemda Parigi Moutong Beri Pelatihan Olahan Kelor dan Sistim Aplikasi Pencatatan Keuangan Bagi Pelaku Usaha

Sebarkan artikel ini
Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah saat memberikan Pelatihan Olahan Kelor dan Sistim Aplikasi Pencatatan Keuangan Bagi Pelaku Usaha. Foto : Diskominfo Parigi Moutong.

Parigi Moutong, Zona Sulawesi Pemerintah Daerah  Kabupaten Parigi Moutong melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah dalam rangka DAK Non Fisik PK2UKM 2024 menyelenggarakan Pelatihan Olahan Kelor dan Sistim Aplikasi Pencatatan Keuangan Bagi Pelaku Usaha, bertempat di Hotel Oktaria Kelurahan Masigi, Selasa (11/06/2024).

Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Kesra Kabupaten Parigi Moutong Mawardin, menyampaikan tujuan pelaksanaan kegiatan Pelatihan untuk mengembangkan kewirausahaan setiap rumah tangga untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif dikabupaten Parigi Moutong serta meningkatkan kreativitas, inovasi bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah agar produknya mampu bersaing.

Mampu memanfaatkan potensi sumberdaya alam yang melimpah didaerah parigi moutong khusunya tanaman kelor untuk diolah menjadi produk yang menghasilkan nilai ekonomi. serta para ukm mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana mengatur keuangan usahanya agar lebih baik.

Selanjutnya, beliau menghimbau kepada para peserta pelatihan, hendaknya mengikuti pelatihan ini dengan bersungguh-sungguh sehingga ilmu dan pengalaman yang didapat dalam mengikuti pelatihan ini dapat diaplikasikan sehingga menjadi lebih bermanfaat dan berdaya guna.

Ditambahkannya, dalam hal ini menyangkut pengembangan usaha atau kewirausahaan yang tentunya dapat terealisasi dengan baik dibantu peran serta dinas/instansi dan lembaga terkait lainnya. dengan demikian, pelatihan olahan kelor dan sistem aplikasi pencatatan keuangan bagi pelaku usaha yang diperoleh pada kegiatan ini dapat segera diaplikasikan. walaupun kegiatan ini hanya berlangsung relatif singkat, saya yakin dan percaya para peserta pelatihan akan mampu menyerap materi yang disampaikan oleh para narasumber.

“kepada para peserta pelatihan setelah selesai mengikuti kegiatan ini, hendaknya tidak terfokus pada lowongan pekerjaan yang ada, akan tetapi diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru, sehingga dapat menampung para pekerja lainnya,” tutupnya.