Site icon Zona Sulawesi

Presiden Jokowi Singgung BUMDesa Hanya Buat Papan Plang tapi Tak Ada Aktivitas Usaha

Presiden Jokowi Singgung BUMDesa Hanya Buat Papan Plang tapi Tak Ada Aktivitas Usaha

Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara Peluncuran Sertifikasi Badan Hukum BUMDes dan Rapat Koordinasi Nasional BUMDes 2021. Foro : Tangkapan layar melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Jakarta, Zona Sulawesi – Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) menyinggung Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) yang hanya membuat papan plang namun tidak memiliki aktivitas kegiatan usaha sama sekali.

“Kemudian buat plang, BUMDesa, Desa Suka Makmur misalnya, hanya itu aja. Tapi kegiatan di dalamnya tidak ada, kualitas kegiatannya tidak jelas, yang ingin kita semuanya betul-betul memberikan manfaat ekonomi pada masyarakat kita,”kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada acara Peluncuran Sertifikasi Badan Hukum BUMDes dan Rapat Koordinasi Nasional BUMDes 2021, seperti dalam kanal Youtube Sekretariat Presiden, di Jakarta, Senin (20/12/2021).

Menurutnya, BUMDesa harus mengambil peran bersama dalam kegiatan ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat dan tidak justeru mematikan usaha rakyat yang sudah ada.

“Misalnya, di desa sudah ada toko kecil-kecil 5 atau 10, BUMDesa malah membuat tokoh yang lebih gede (besar), yang 10 mati yang ini (tokoh besar) hidup, yang ini tidak benar. Bukan itu, saudara-saudara semuanya harus memacu, mentriger agar yang 10 ini menjadi 20, agar yang 10 ini menjadi menengah atau besar,”jelasnya.

Sehingga, bagi Presiden Jokowi, BUMDesa dapat mengembangkan usaha masyarakat dan dapat berkelanjutan.

Baca juga : Presiden Jokowi Peringatkan Desa Hati-hati Kelola Dana Desa

“Tugas-tugas itu yang kita inginkan bukan mematikan yang sudah ada,”terangnya.

Presiden Jokowi juga menginginkan,  BUMDesa membangun usaha baru yang belum ada di desa, namun usaha itu menjadi kebutuhan masyarakat sehingga masyarakat tidak perlu pergi jauh untuk membeli kebutuhan pokoknya.

“(Usaha) berorientasi membangun usaha yang belum ada, tapi dibutuhkan oleh masyarakat, bagaimana memacu agar usaha baru dari masyarakat yang belum ada, tetapi dibutuhkan sehingga masyarakat tidak perlu ke ibu kota kecamatan atau ibu kota kabupaten, tapi cukup disitu (Desa) dan juga BUMDesa mendapatkan keuntungan dari situ,”pungkasnya.**

(DAL)

Exit mobile version