PARIMO, ZonaSulawesi.id – Penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Dasar Negeri Kecil (SDNK) Desa Jononunu, Kecamatan Parigi Tengah, menuai keluhan dari orang tua murid.
Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengaku kebingungan atas terhentinya program tersebut tanpa penjelasan yang memadai. Ia menyampaikan, sejak awal April 2026, bantuan makanan bagi siswa tidak lagi diberikan.
“Sudah hampir dua minggu program MBG tidak berjalan. Kami sebagai orang tua merasa heran karena tidak ada penjelasan yang jelas. Pihak sekolah pun mengaku belum mengetahui secara pasti,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, kondisi ini cukup memberatkan, terlebih sekolah kini telah menerapkan sistem full day. Para siswa mengikuti kegiatan belajar dari pukul 07.00 hingga 14.00 WITA, sehingga kebutuhan konsumsi selama di sekolah menjadi penting.
“Sekarang kami harus menyiapkan bekal setiap hari. Padahal sebelumnya program MBG sangat membantu,” tambahnya.
Keluhan tersebut dibenarkan oleh salah satu guru SDNK Jononunu, Milda Andriani. Ia mengatakan, penghentian program MBG mulai berlaku sejak 5 April 2026.
Namun, informasi tersebut tidak disampaikan secara langsung oleh pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kepada sekolah, melainkan hanya melalui pesan singkat WhatsApp.
Dalam surat edaran yang diterima, pihak SPPG Kecamatan Parigi Tengah menyampaikan bahwa layanan dapur MBG untuk sementara waktu dihentikan guna peningkatan kualitas pelayanan.
Pemberhentian operasional tersebut dimulai pada Senin, 6 April 2026, hingga waktu yang belum ditentukan, sembari menunggu proses evaluasi dan perbaikan selesai.
“Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen dalam menjaga mutu, keamanan pangan, serta peningkatan pelayanan kepada peserta didik,” demikian isi pemberitahuan SPPG.
Milda menambahkan, pihak sekolah sebelumnya telah menginformasikan kepada orang tua terkait penerapan full day school. Namun, dengan terhentinya program MBG, beban kembali sepenuhnya kepada orang tua.
“Program ini sebenarnya sangat membantu. Sekarang orang tua harus kembali menyiapkan bekal setiap hari,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak redaksi masih berupaya mengonfirmasi pengelola SPPG Kecamatan Parigi Tengah. Namun, pesan yang dikirim melalui WhatsApp sejak Rabu (15/4/2026) belum mendapat tanggapan.
