Palu, Zona Sulawesi – Universitas Tadulako (Untad) menjadi tuan rumah pada Rapat Kerja Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia ke-XVI pada tahun 2023, dengan tema “Revitalisasi Gerakan Mahasiswa Sebagai Fasilitator Rekonsiliasi Demokrasi Indonesia”.
Pembukaan Rakernas ini diadakan di Hotel Palu Golden, Senin (12/6/2023) malam. Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari kedepan yang diikuti oleh seluruh BEM Universitas di seluruh Indonesia.
Koordinator Pusat BEMSI, Hilmi Ash Shidiqi, menyampaikan bahwa tujuan utama dari rakernas ini yakni membahas program kerja dan strategi gerakan mahasiswa dalam mengawal isu-isu yang ada di Indonesia.
“Kita akan mencoba membuat program kerja dan langkah-langkah strategis terhadap gerakan-gerakan kita (mahasiswa) ke depan,” kata Hilmi.
Sehingga, Hilmi mengatakan, Rakernas ini sebagai pembangkit semangat untuk tidak pantang menyerah dalam mengawal setiap isu yang ada.
“Itulah yang akan kita lakukan, pantang menyerah dalam mengawal isu-isu tersebut,” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) Palu, Amming, mengatakan bahwa isu pelecehan seksual yang terjadi di Sulawesi tengah dapat di masukan dalam pembahasan nasional.
Sebab menurut Aming, agar isu tersebut mendapat perhatian dari Komnas HAM bahwasanya masih banyak tindakan kejahatan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di daerah khusunya Sulawesi Tengah.
“Semoga ini menjadi perhatian teman-teman serta berharap agar isu masuk dalam pembahasan nasional,” harap Aming.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Tadulako, Sagaf yang turut hadir dan membuka kegiatan tersebut berharap pada Rakernas ini dapat menghasilkan langkah-langkah konkret untuk memperkuat gerakan mahasiswa dalam mengawal isu-isu yang mempengaruhi masyarakat Indonesia.
“Mudah-mudahan dalam rakernas ini keluar komitmen yang kuat untuk Indonesia,” ucap Sagaf.
Menurutnya, kehadiran BEM di setiap universitas di Indonesia dapat menghasilkan pikiran-pikiran yang memberikan sumbangan positif terhadap negara.
“BEM ini memiliki pikiran yang dapat memberikan sumbangan positif terhadap perkembangan kesejahteraan masyarakat di Indonesia,” pungkasnya.
Baca juga : Peneliti BRIN Laksanakan FGD terkai Bahasa Lauje di Kantor Camat Palasa
