Scroll Untuk Membaca Artikel
UncategorizedZONA Parigi Moutong

Program 100 Hari Erwin–Sahid Mulai Disorot, ISL: Belum Terlihat Dampak Nyata

1892
×

Program 100 Hari Erwin–Sahid Mulai Disorot, ISL: Belum Terlihat Dampak Nyata

Sebarkan artikel ini
Ketua Peknas Sulteng Sekaligus Direktur LSM Format, Isram Said Lolo (ISL). Foto: Ippul

PARIMO, ZonaSulawesi.id – Janji politik Bupati Parigi Moutong (Parimo), H. Erwin Burase, dan Wakilnya, H. Abdul Sahid, dalam 100 hari kerja mulai diuji publik. Dari 12 program strategis yang digaungkan, sebagian besar dinilai belum memberikan dampak nyata di lapangan.

 

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Rakyat Merdeka Tangguh (Format), Isram Said Lolo (ISL), menegaskan bahwa pihaknya sejak awal terus memantau jalannya program 100 hari kerja pemerintahan baru. Menurutnya, masyarakat Parimo saat ini menunggu langkah konkret pemerintah daerah untuk menjawab kebutuhan yang bersifat mendesak.

 

“Dari hasil pemantauan kami, sejauh ini baru sebatas ramai di tataran launching, seperti program seragam sekolah gratis, program *Berkah Mingguan* di pasar, optimalisasi TPA, serta pelayanan administrasi kependudukan di tingkat kecamatan. Namun, semua itu belum sesuai dengan harapan masyarakat,” ungkap Isram, Senin (25/08/2025).

 

Ia menilai, sebagian program masih jauh dari maksimal bahkan ada yang belum berjalan sama sekali. Sementara itu, beberapa program lain dinilai belum menyentuh kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.

 

Isram yang juga Ketua DPW Penguatan Ekonomi Kerakyatan Nasional (PEKNAS) Provinsi Sulawesi Tengah menambahkan, masyarakat perlu terus melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan. Hal ini penting mengingat pelaksanaan Pilkada Parimo 2024 lalu menguras anggaran daerah yang cukup besar.

 

“Anggaran sebesar itu seharusnya seimbang dengan lahirnya perubahan nyata di daerah. Apalagi waktu lima tahun sangat singkat, maka pemerintah daerah harus bergerak cepat dengan membangun kekompakan bersama seluruh Forkopimda,” tegasnya.

 

Ia juga meminta Bupati dan Wakil Bupati untuk lebih mengedepankan transparansi dalam merealisasikan program kerja. “Jika ada program yang luput dari pantauan kami, kami berharap agar disampaikan secara terbuka sehingga publik mengetahui apa saja yang sudah dikerjakan selama 100 hari ini,” ujarnya.

 

Dalam janji politiknya, pasangan Erwin–Sahid menetapkan 12 program prioritas. Di antaranya distribusi gratis LPG 3 Kg, *Berkah Mingguan*, seragam sekolah gratis, layanan kesehatan gratis beserta ambulans rujukan, penataan persampahan, pemberantasan praktik ilegal, digitalisasi layanan publik, pembukaan lapangan kerja baru, hingga optimalisasi TPA.

 

Meski menuai kritik, Bupati Erwin Burase tetap menunjukkan komitmennya. Saat meluncurkan program “Seragam Sekolah Gratis” pada 24 Juli 2025 lalu, ia menegaskan bahwa kebijakan itu bukan sekadar soal pakaian, melainkan simbol keadilan akses pendidikan.

 

“Ini bukan hanya soal pembagian pakaian sekolah, tetapi ikhtiar membangun rasa percaya diri, semangat belajar, serta keadilan akses pendidikan,” ujar Erwin.

 

Sementara itu, Wakil Bupati Abdul Sahid juga turun langsung meninjau TPA Jononunu pada awal Juli lalu. Ia menekankan pentingnya pembenahan sistem pengelolaan sampah sebagai bagian dari program 100 hari, menandakan keseriusan pemerintah dalam mengatasi masalah lingkungan.

 

Selain itu, pemerintah daerah juga telah menyerahkan SK kepada ribuan CPNS dan PPPK, serta meluncurkan program distribusi tabung LPG 3 Kg gratis untuk masyarakat miskin. Kedua langkah tersebut menjadi wujud awal dari janji kampanye yang mulai dipenuhi.

 

Namun, dengan masih banyaknya program yang belum terealisasi, sorotan publik terhadap kepemimpinan baru ini semakin tajam. LSM Format menegaskan, keberhasilan pemerintahan tidak diukur dari retorika, melainkan dari hasil nyata.

 

“Janji politik harus dibuktikan, bukan sekadar slogan. Publik menunggu konsistensi Erwin–Sahid untuk menghadirkan Parimo yang transparan, berkeadilan, dan benar-benar membawa perubahan nyata,” pungkas ISL.

 

“Jujur saya sampaikan bahwa kritik yang saya utarakan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap pemerintah Erwin Sahid serta sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat,” tutupnya.