Scroll Untuk Membaca Artikel
ZONA Parigi Moutong

Bukan Untung, Novriana Justru Buntung Usai Tangani Kegiatan RSUD Moutong

2443
×

Bukan Untung, Novriana Justru Buntung Usai Tangani Kegiatan RSUD Moutong

Sebarkan artikel ini
RSUD Buluye Napoae Moutong, Foto: TheOpini

PARIMO, ZonaSulawesi.id – Harapan meraih keuntungan justru berujung kerugian besar. Itulah pengalaman pahit yang dialami Novriana setelah terlibat dalam sejumlah kegiatan yang disebut berkaitan dengan kebutuhan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buluye Napoae Moutong.

Alih-alih memperoleh profit, keterlibatan Novriana sebagai pihak ketiga dalam berbagai pekerjaan di lingkungan RSUD Moutong justru menyisakan persoalan serius. Kepada media ini Novriana mengungkapkan bahwa dirinya ditawari kerja sama oleh seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di RSUD Buluye Napoae Moutong.

Dengan niat menjalankan pekerjaan secara profesional, Novriana menyetujui tawaran tersebut. Namun realitas yang dihadapi jauh dari harapan. Sejumlah kegiatan yang telah dikerjakannya justru berujung pada kerugian finansial hingga ratusan juta rupiah.

“Saya masuk dengan niat kerja baik. Ini pengalaman pertama saya mengelola kegiatan seperti ini. Tapi kenyataannya, biaya sudah saya keluarkan, pekerjaan berjalan, sementara hak saya tidak pernah jelas,” ujar Novriana dengan nada kecewa.

Novriana menjelaskan, berbagai kegiatan yang ditanganinya telah dilaksanakan sesuai permintaan dan arahan oknum ASN yang menawarkan kerja sama tersebut. Perempuan yang dikenal sebagai pengusaha pakaian asal Kota Parigi ini mengaku sempat tergiur dengan iming-iming keuntungan bernilai jutaan rupiah pada setiap item kegiatan.

Sebagai bukti, Novriana memperlihatkan arsip percakapan melalui pesan singkat WhatsApp dengan oknum ASN RSUD Moutong. Percakapan tersebut kini dijadikan sebagai barang bukti pendukung dalam laporan dugaan penipuan ke Polres Parigi Moutong.

Menurutnya, pada tahun 2025 terdapat sejumlah kegiatan di RSUD Buluye Napoae Moutong yang sebagian besar pendanaannya berasal dari dana pribadi miliknya. Di antaranya pembiayaan perjalanan dinas dengan pengeluaran sekitar Rp9 juta, meski dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) tercatat Rp12 juta. Ada pula kegiatan lain dengan biaya Rp11 juta dari RAB Rp14 juta.

Selain itu, terdapat pembayaran jasa cleaning service senilai Rp15 juta dengan RAB Rp19 juta, pengadaan 430 dos nasi kotak senilai Rp9 juta dengan RAB Rp17 juta, serta pengadaan snack sebesar Rp5 juta dari RAB Rp11 juta.

“Masih ada lagi pembayaran cleaning service Rp20 juta dengan RAB Rp26 juta, kegiatan laboratorium Rp12 juta dengan RAB Rp15 juta, perjalanan dinas sembilan orang senilai Rp14 juta dari RAB Rp18 juta, pengadaan 200 nasi kotak Rp2 juta dari RAB Rp5 juta, serta snack Rp5 juta dari RAB Rp8 juta,” bebernya.

Tak berhenti di situ, Novriana mengaku kembali ditawari pekerjaan lain seperti pengadaan AC hingga penyediaan makan dan minum pasien. Setiap kali diminta membiayai kegiatan tersebut, ia mentransfer dana ke oknum ASN dimaksud melalui sejumlah rekening yang berbeda.

“Totalnya ada lima rekening tujuan. Semua transfer dilakukan atas permintaan yang bersangkutan,” ungkapnya.

Namun setelah seluruh kegiatan tersebut rampung, kejelasan pembayaran tak kunjung diterima. Kondisi ini membuat Novriana berada dalam tekanan, terlebih seluruh modal yang digunakan berasal dari dana pribadinya.

Ironisnya, setiap kali ia menanyakan kepastian haknya, jawaban dari oknum ASN tersebut dinilai berputar-putar dan tidak memberikan kepastian.

Merasa dirugikan dan diduga menjadi korban penipuan, Novriana akhirnya melaporkan kasus tersebut ke aparat penegak hukum (APH) guna mendapatkan keadilan.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen RSUD Raja Tombolotutu Parigi Moutong belum memberikan pernyataan resmi. Upaya konfirmasi kepada Direktur RSUD Moutong juga belum membuahkan hasil.

Plt Direktur RSUD Buluye Napoae Moutong, Kurniati Masulili, saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp pada Kamis (11/12/2025), menyatakan belum dapat memberikan keterangan.

“Mohon maaf Pak, saya masih kurang sehat,” singkatnya.

Kasus ini kini tengah ditangani Polres Parigi Moutong. ZonaSulawesi.id akan terus memantau perkembangan proses penyelidikannya.