Parigi Moutong, Zona Sulawesi – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng) akan memberikan bantuan berupa bronjong kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Bambasiang di Kecamatan Palasa, Kabupaten Parimo.
Hal itu diungkapkan, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) PUPR Parimo, Muhammad Zubaid, saat dihubungi ZonaSulawesi melalui via telepon, pada Jumat (21/10/2021).
Sebelumnya, ia mengatakan, Camat Palasa, Andri Wijaya menghubungi dirinya menanyakan terkait bronjong untuk penanganan banjir di Desa Bambasiang.
Zubaid mengungkapkan, kesediaan kawat bronjong tersisa hanya 10 kubik.
“Bisa saya bantu tapi tinggal 10 kubik kawat bronjong, karena semua sudah ambil,” ujarnya.
Kekurangan kesediaan kawat bronjong menurutnya, karena banyaknya pemakaian di daerah terdampak bencana khususnya di wilayah selatan Kabupaten Parimo.
“Banyak bencana di daerah selatan seperti di Balinggi, Tolai, dan Sausu. Kemudian stok kawat bronjong kita sisa sedikit,” ucapnya.
Ia pun telah menyediakan sisa kawat bronjong yang tersedia menunggu untuk diambil oleh pihak Pemdes Bambasiang.
Ia mengharapkan, Pemdes Bambasiang untuk sementara dapat memaksimalkan pemakaian sisa kawat bronjong tersebut.
Zubaid mengatakan, di 2023 mendatang Dinas PUPR Parimo akan kembali mengadakan kawat bronjong. Apabila kawat itu telah tersedia dengan jumlah cukup banyak, maka akan diinformasikan kepada Camat Palasa maupun Kades Bambasiang.
Bahkan, kata dia, jika Pemdes Bambasiang menginginkan kawat bronjong dengan jumlah cukup banyak, maka perlu membuat permohonan berupa proposal untuk bantuan di 2023.
“Pemdes Bambasiang harus mengajukan proposal, karena sebagai pertanggungjawaban kita di kantor menjadi landasan permintaan. Jadi proposal permintaannya tinggal disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Desa (Kades) Bambasiang, Daud Togau mengucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah khususnya Dinas PUPR Parimo yang bersedia membantu desanya yang belum lama ini dilanda banjir bandang.
Pasalnya, banjir bandang itu telah membobol bronjong dan talut sebelumnya. Bahkan memutus jalan menuju kantong produksi di Desa Bambasiang.
“Harapan Pemdes Bambasiang agar kawat bronjong di harapkan dapat di berikan untuk meminimalisir banjir yg terjadi Selasa 18 Oktober 2022 belum lama ini,” ujarnya.
Selain bronjong, kata Daud, Pemdes Bambasiang mengharapkan Dinas PUPR Parimo agar memperbantukan alat Excavator untuk menyingkirkan tumpukan material batu dan pasir kiriman dari hulu yang menyumbat jalan air sehingga mengakibatkan jebolnya bronjong lama.
Pemdes Bambasiang juga mengharapkan Dinas PUPR Parimo kiranya dapat memberikan bantuan berupa talut sebagai upaya meminimalisir dampak bencana terhadap pemukiman warga dan jembatan gantung yang menjadi satu-satunya akses penghubung antara dusun di Desa Bambasiang.
Terlebih lagi sebagian besar warga Desa Bambasiang berada di wilayah pegunungan.
“Harapan Pemdes Bambasiang kedepannya agar pemerintah memasang talut untuk pengamanan pemukiman warga yang terkikis air terus menerus dan juga untuk pengamanan jembatan gantung yang satu-atunya akses penghubung jalan dari desa induk menuju 3 dusun di pegunungan yg di huni kurang lebih 70 persen warga Desa Bambasiang,” pungkasnya.






