PARIMO, ZonaSulawesi.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) resmi membentuk delapan Pimpinan Anak Cabang (PAC). Ketua DPC Hanura Parimo, Fery Budiutomo, menyatakan optimisme partainya mampu meraih tujuh kursi DPRD pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 mendatang.
Delapan PAC yang telah terbentuk tersebut mencakup sejumlah kecamatan, di antaranya Sausu, Balinggi, Torue, serta wilayah eks-Parigi. Selain pembentukan struktur, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pendidikan politik bertema *“Daerah Berdaya, Indonesia Sejahtera”* yang digelar di Bambalemo, Minggu (26 April 2026).
Dalam sambutannya, Fery Budiutomo menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal kepengurusan periode 2025–2030 untuk memperkuat struktur dan manajemen partai di tengah dinamika politik yang kian kompetitif.
“Kegiatan ini merupakan langkah awal pengurus DPC Hanura Kabupaten Parigi Moutong periode 2025–2030 dalam upaya menciptakan manajemen koordinasi yang terstruktur,” ujarnya.
Sebagai anggota DPRD Provinsi terpilih dari daerah pemilihan Parigi Moutong, Fery juga mengajak seluruh kader untuk tetap percaya diri, meskipun Partai Hanura kerap dipandang sebelah mata. Ia mencontohkan perjalanan politiknya sebagai bukti bahwa peluang selalu terbuka.
“Kita ini hanya butuh percaya diri. Saya mungkin tidak diprioritaskan untuk terpilih, tetapi hari ini justru berdiri di hadapan bapak ibu sebagai Ketua DPC sekaligus anggota DPRD Provinsi terpilih,” ungkapnya.
Fery turut menyoroti menurunnya kepercayaan publik terhadap politik akibat maraknya praktik politik uang dan sikap pragmatis, bahkan di internal partai. Ia mengaku pernah merasakan langsung dampak dari praktik tersebut.
“Masyarakat hari ini dihadapkan pada pragmatisme atau hal-hal instan. Bahkan pengurus kita pun tidak luput, lebih mengutamakan imbalan sesaat dibanding kepentingan masyarakat. Ini harus kita benahi bersama, karena saya juga pernah menjadi bagian dari korban itu,” tegasnya.
Ke depan, ia berharap Partai Hanura tidak hanya menjadi pelengkap dalam kontestasi politik, tetapi mampu tampil sebagai kekuatan utama, termasuk dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
“Dalam tiga tahun ke depan, Hanura harus bisa mengusung pasangan bupati atau wakil bupati, serta mendorong kader terbaik untuk menduduki kursi legislatif di setiap daerah pemilihan,” tambahnya.
Menutup arahannya, Fery menekankan pentingnya menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat, bukan sekadar melontarkan kritik terhadap pihak yang berkuasa.
“Kritik saja tidak cukup. Kita harus hadir dengan solusi dan menawarkan program kerja nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan pendidikan politik ini diikuti peserta dari delapan kecamatan, mulai dari wilayah Sausu, Balinggi, Torue hingga eks-Parigi. DPC Hanura Parimo juga berencana melanjutkan kegiatan serupa di wilayah tengah dan utara dalam beberapa bulan mendatang dengan menyasar langsung pengurus d
i masing-masing wilayah.






