PARIMO, ZonaSulawesi.id – Momen reses anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong di Desa Tandaigi, Kecamatan Siniu, dimanfaatkan warga untuk menyuarakan keluhan terkait persoalan teknis kelistrikan yang berdampak langsung pada kehidupan mereka. Dalam pertemuan tersebut, masyarakat mengadukan kondisi tegangan listrik yang sering drop hingga merusak peralatan elektronik rumah tangga.
Keluhan itu disampaikan langsung oleh salah satu tokoh masyarakat, Wahab Sangkala, yang menuturkan bahwa selama lebih dari satu minggu terakhir, tegangan listrik di desa tersebut hanya berada di kisaran 120 volt.
“Sudah beberapa hari ini, tegangan listrik di rumah kami sangat rendah, tidak sampai standar normal. Alat-alat seperti kulkas, AC, bahkan lampu, banyak yang rusak karena tidak kuat menahan arus rendah,” ungkapnya di hadapan Abdin SE, anggota DPRD dari Fraksi PPP.
Warga berharap agar permasalahan tersebut dapat segera ditindaklanjuti dengan mempertemukan mereka secara langsung dengan pihak PLN untuk mencari solusi. Mereka menilai kondisi ini sudah sangat merugikan dan harus segera ditangani.
Menanggapi hal tersebut, Abdin SE langsung merespons dengan mengatur pertemuan antara perwakilan warga Desa Tandaigi dan pihak PLN Parigi. Pertemuan dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 15 April 2025 pukul 14.00 Wita.
“Hari ini kami akan dampingi beberapa warga bertemu langsung dengan PLN. Kami ingin mendengar komitmen PLN dalam menyelesaikan persoalan ini, apalagi sudah menyebabkan kerusakan di rumah-rumah warga,” jelas Abdin.
Ia juga menekankan bahwa pelayanan dasar seperti kelistrikan harus menjadi perhatian serius. Selain menyoroti ketidakstabilan arus listrik, Abdin mengingatkan pentingnya peran PLN untuk tidak sekadar menjalankan program promosi, namun juga menjaga mutu pelayanan.
“Tegangan listrik seharusnya berada dalam batas aman, yakni antara 198 hingga 231 volt. Jika terlalu rendah, jelas merugikan masyarakat. Ini bukan sekadar keluhan teknis, tapi menyangkut kenyamanan dan keselamatan pelanggan,” ujarnya.
Abdin berharap agar PLN bisa segera melakukan evaluasi teknis di lapangan dan mengambil langkah perbaikan secepatnya demi menghindari kerugian lebih lanjut.
Menjelang waktu pertemuan, beberapa warga yang menjadi perwakilan dari Desa Tandaigi masih berkumpul di kediaman legislator PPP tersebut, menanti pertemuan bersama pihak PLN yang dijadwalkan sore hari.






