Scroll Untuk Membaca Artikel
ZONA Parigi Moutong

Ketua DPC APRI Parigi Moutong: Bimtek Kepenghuluan Langkah Nyata Hadapi Tantangan Jenjang Fungsional

3011
×

Ketua DPC APRI Parigi Moutong: Bimtek Kepenghuluan Langkah Nyata Hadapi Tantangan Jenjang Fungsional

Sebarkan artikel ini
Bimtek) Kepenghuluan yang digelar di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Parigi Moutong. Foto: IST

PARIMO, ZonaSulawesi.id – Ketua Dewan Pengurus Cabang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (DPC APRI) Kabupaten Parigi Moutong, Isram Said Lolo, menegaskan pentingnya peningkatan pemahaman penghulu terhadap proses kenaikan pangkat dan jenjang fungsional. Hal itu disampaikannya dalam sambutan pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenghuluan yang digelar di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu(28/07/25).

 

Menurut Isram, saat ini proses kenaikan pangkat dan jenjang fungsional bagi para penghulu masih menemui banyak kendala, terutama terkait pemahaman regulasi dan pengoperasian berbagai aplikasi pendukung. Kondisi tersebut, kata dia, membuat sebagian besar penghulu kesulitan dalam mengurus proses administratif secara mandiri.

 

“Melalui kegiatan ini, kami dari DPC APRI Parigi Moutong berupaya memfasilitasi para sahabat penghulu agar bisa lebih memahami dan mempersiapkan diri dalam menghadapi proses tersebut secara baik dan mandiri,” ujar Isram.

 

Kegiatan Bimtek ini menghadirkan dua narasumber kompeten, yakni Bambang dari APRI Wilayah Sulawesi Tengah dan Ibu Awi dari Bidang Kepegawaian Kanwil Kemenag Provinsi Sulteng. Kedua narasumber akan membagikan strategi dan panduan praktis terkait penyusunan dan pemenuhan berkas kenaikan pangkat, penginputan PAK Integrasi, serta pemahaman teknis pengisian bukti dukung pada aplikasi E-Kinerja.

 

Isram berharap, usai pelatihan ini, para penghulu dapat memiliki persepsi yang sama mengenai kelengkapan berkas, serta mampu menginput data dukung SKP secara mandiri. Dengan demikian, tim SKP bisa lebih fokus pada penyelesaian kendala teknis, bukan menginput kan data satu per satu.

 

Selain pelatihan teknis, kegiatan ini juga menjadi ruang konsolidasi para penghulu se-Kabupaten Parigi Moutong. Isram menekankan pentingnya menjaga pelayanan prima dan marwah institusi Kementerian Agama, terutama dalam menghadapi dinamika pelayanan publik yang rentan terhadap kritik di era media sosial.

 

“Kita harus waspada dan berhati-hati dalam mengambil keputusan dan kebijakan yang bisa berdampak besar, baik secara pribadi maupun terhadap nama baik lembaga,” tegasnya.

 

Ia juga menegaskan bahwa Kantor Urusan Agama (KUA) merupakan cerminan utama dari institusi Kementerian Agama. Oleh karena itu, kepala KUA dituntut untuk menjadi teladan dalam segala aspek pelayanan di tengah masyarakat.