Scroll Untuk Membaca Artikel
ZONA Parigi Moutong

Lapas Parigi Gelar Penanaman Bibit Jagung, Wujudkan Program Kemandirian Warga Binaan

2162
×

Lapas Parigi Gelar Penanaman Bibit Jagung, Wujudkan Program Kemandirian Warga Binaan

Sebarkan artikel ini
Lapas Parigi Gelar Penanaman Bibit Jagung, Wujudkan Program Kemandirian Warga Binaan. Foto: IST

PARIMO, ZonaSulawesi.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Parigi terus berinovasi dalam meningkatkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satunya melalui kegiatan penanaman bibit jagung di lahan kebun baru yang terletak di samping tembok Lapas, Senin (25/08/2025).

 

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Parigi, Fentje Mamirahi, yang turut memberikan arahan kepada pegawai dan warga binaan. Hadir dalam kesempatan itu Kepala Sub Seksi Admisi dan Orientasi (Kasubsi AO), Puja Syafaat, sejumlah pegawai staf, serta empat orang WBP asimilasi kerja luar Lapas.

 

Dengan semangat kebersamaan, mereka bahu-membahu melakukan penanaman bibit jagung di lahan seluas kurang lebih 300 meter persegi. Bibit yang digunakan berjumlah sekitar satu kilogram dan ditanam secara manual menggunakan peralatan sederhana.

 

Kepala Lapas Parigi, Fentje Mamirahi, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya memanfaatkan lahan kosong secara produktif, tetapi juga sebagai bentuk pelatihan keterampilan pertanian bagi WBP. “Harapan kami, hasil panen nantinya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan internal Lapas maupun mendukung program kemandirian warga binaan,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut, pihak Lapas Parigi juga merencanakan pemeliharaan tanaman secara berkala, termasuk pemberian pupuk serta penyemprotan fungisida dan insektisida untuk memastikan pertumbuhan jagung yang optimal. Evaluasi hasil panen juga akan dilakukan sebagai dasar pengembangan program pertanian berikutnya.

 

“Kedepan, kami berencana memperluas lahan, menambah jenis tanaman, bahkan menjalin kerja sama dengan Dinas Pertanian Parigi Moutong. Dengan begitu, warga binaan dapat memperoleh pembekalan pertanian yang lebih modern dan berdaya guna,” tambah Fentje.

 

Kegiatan yang berlangsung dengan lancar dan penuh semangat ini menunjukkan sinergi positif antara pegawai Lapas dan warga binaan. Program ini diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam mewujudkan pembinaan kemandirian, sekaligus bekal keterampilan bagi WBP ketika kembali ke masyarakat.