Menjaga Tahanan Dalam Sel Polisi Itu Tidak Seberat dan Sesulit Mencari Tahanan yang Kabur.
Penulis: ISRAM SAID LOLO (ISL)
PARIMO – Peristiwa kaburnya tahanan Polres Parigi Moutong yang terjadi pada pekan kemarin, sempat mengagetkan masyarakat dan menjadi bahan perbincangan masyarakat Sulawesi Tengah Khususnya Kabupaten Parigi Moutong.
menurut Direktur LSM Format Pusat Parigi Moutong Isram Said Lolo (ISL) itu adalah ketentuan Allah Tuhan Sang Pemilik KUASA, kehendak Allah ini yang bisa jadi sebagai skenario Yang Maha Kuasa untuk memperlihatkan kekuatan, kesigapan, keilmuan dan kelihaian Polres Parigi Moutong dalam melakukan pencarian dan penangkapan para tahanan yang lari.
Faktanya tidak cukup satu kali dua puluh empat jam semua tujuh orang tahanan yang kabur langsung serentak tertangkap. Kita pasti semua tau bahwa Penangkapan tahanan yang kabur itu bisa sepuluh kali sulitnya dibanding menangkap pelaku kejahatan yang baru ditetapkan sebagai tersangka.
“Mengapa saya melihat seperti itu? karena rasanya tidak masuk akal tujuh orang tahanan yang kabur dari sel itu bisa kembali tertangkap dalam waktu yang sangat singkat. Ini kalau kita pake akal sehat tidak mungkin tahanan yang kabur dini hari sejumlah tujuh orang bisa langsung ditemukan dalam waktu yg sesingkat-singkatnya, artinya kalaupun tertangkap setidaknya minimal butuh waktu berhari-hari bahkan mungkin tidak semua sekaligus bisa tertangkap dalam waktu sekejap.
Tentu ini bisa dipandang sebagai cara Allah mengangkat derajat Polres Parigi Moutong dengan memberi ujian yang substansinya menguji kemampuan institusi Polres Parigi Moutong yang ternyata sangat luar biasa sekaligus juga ini sebagai cara Allah mengingatkan untuk lebih meningkatkan kewaspadaan tim jaga tahanan untuk tetap berprinsip bahwa selugu dan seramah apapun tahanan tetap konsisten memandangnya sebagai tahanan.
Oleh karena itu saya sangat Salut dan memberi apresiasi yang sangat besar pada Kapolres Parimo beserta jajarannya yg telah berhasil Menangkap Tahanan yg kabur dalam waktu yang sesingkatnya
Sebagaimana diketahui pada hari Jum’at Tanggal, 31 Januari 2025, Polres Parimo ditimpa musibah dengan kaburnya tujuh orang tahanan yang perkaranya masih dalam penyidikan polres Parigi Moutong.






