Scroll Untuk Membaca Artikel
ZONA Parigi Moutong

KRIS RSUD Buluye Napoae Moutong Resmi Dilaunching

1955
×

KRIS RSUD Buluye Napoae Moutong Resmi Dilaunching

Sebarkan artikel ini
KRIS RSUD Buluye Napoae Moutong Resmi Dilaunching, Foto: IST

PARIMO, Zona Sulawesi id- Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong resmi meluncurkan program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati, yang salah satu fokus utamanya adalah peningkatan pelayanan kesehatan melalui penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buluye Napoae Moutong. Selasa, 9 September 2025.

Acara launching dipimpin langsung oleh Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, didampingi Wakil Bupati H Abdul Sahid dan jajaran pejabat daerah, serta dihadiri berbagai unsur masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Erwin menyampaikan permohonan maaf atas beberapa kali penundaan acara launching. Hal ini, terjadi karena padatnya agenda pemerintahan, termasuk menghadiri undangan Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI, Muhidin, terkait pembahasan anggaran nasional.

“Acara ini sudah beberapa kali tertunda karena padatnya kegiatan, termasuk agenda di DPR RI yang sangat menentukan turunnya anggaran bagi Kabupaten Parigi Moutong. Alhamdulillah pada siang hari ini kegiatan bisa terlaksana,” ungkap Erwin.

Erwin menjelaskan, dari 43 rumah sakit di Sulawesi Tengah, hanya 4 rumah sakit yang sudah siap menerapkan KRIS, salah satunya adalah RSUD Buluye Napoae Moutong.

“Ini menjadi kebanggaan sekaligus tantangan bagi kita. RSUD Moutong sudah dipercaya masyarakat dan siap menerapkan layanan rawat inap standar,” jelasnya.

Sejak berdiri pada 23 Februari 2016, RSUD Buluye Napoae Moutong telah melayani ribuan pasien. Saat ini, jumlah pasien rawat inap tercatat mencapai sekitar 500 orang.

Bupati menegaskan, peningkatan layanan kesehatan tidak hanya berhenti pada penerapan KRIS, tetapi juga mencakup program ambulans rujukan gratis, pelayanan kesehatan gratis hanya dengan KTP, serta pemulangan jenazah tanpa biaya.

“Kalau masih ada pungutan atau biaya tambahan, segera laporkan. Semua layanan sudah gratis sesuai janji kampanye kami,” tegasnya.

Ia menambahkan, jika rumah sakit tidak memenuhi standar KRIS, maka kontrak dengan BPJS bisa terancam putus, sehingga masyarakat akan terbebani biaya mandiri.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya seluruh rumah sakit di Parigi Moutong, termasuk RSUD Raja Tinombo, RSUD Buluye Napoae Moutong, dan RSUD Anuntaloko Parigi, segera memenuhi indikator KRIS.

Dalam kesempatan itu, ia pun mengatakan, program 100 hari kerja bukan merupakan visi-misi, melainkan tradisi pemerintahan untuk menunjukkan hasil nyata sejak awal masa jabatan.

Erwin menegaskan program ini, telah dijalankan sesuai visi misi Kabupaten Parigi Moutong, Maju, Mandiri, Berkelanjutan melalui Gerakan Membangn (Gerbang), yaitu:

o Penerapan KRIS di RSUD.

o Layanan kesehatan gratis dengan KTP.

o Rujukan dan ambulans gratis.

o Pemulangan jenazah tanpa biaya.

o Bantuan seragam gratis untuk siswa SD dan SMP sebanyak 15 ribu lebih

o Pembagian 20.000 tabung gas LPG isi ulang gratis bagi masyarakat kurang mampu, sesuai data DTKS.

Bupati berharap program-program yang dijalankan dalam 100 hari kerja ini, dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama di sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

“Kami ingin masyarakat Parigi Moutong tidak lagi harus berobat jauh ke provinsi lain. Semua kebutuhan kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi bisa dipenuhi di daerah kita sendiri. Insya Allah, ini akan terus kita tingkatkan sampai akhir masa jabatan,” tutup Erwin.