Scroll Untuk Membaca Artikel
ZONA Parigi Moutong

Sempat Fakum, Budidaya Lebah Madu Jono Kalora Kembali Berdiri

852
×

Sempat Fakum, Budidaya Lebah Madu Jono Kalora Kembali Berdiri

Sebarkan artikel ini
Papan pengenal lokasi budidaya lebah madu di Desa Jono Kalora. Foto : Zona Sulawesi

Parigi Moutong, Zona Sulawesi – Kelompok budidaya lebah madu cerena atau lebah madu timur yang berada di Desa Jono Kalora, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) yang sudah ada sejak tahun 2002 kini telah kembali berdiri.

Jono Kalora yang terkenal dengan madu aslinya kini telah bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Ketua Kelompok Budidaya, Moh. Rifki menjelaskan bahwa ia dan kelompoknya akan mendapatkan bantuan uang tunai dari Pemerintah Desa (Pemdes) Jono Kalora.

“Jadi terkait budidaya lebah madu, Inshaa Allah kedepannya ini kitakan ada bantuan dari desa,berupa uang tunai sekitar 10 juta. Jadi, Inshaa Allah budidaya lebah madu ini akan tetap kami jalankan,” kata putra daerah Jono Kalora itu saat ditemui di rumahnya pada Jumat (13/1/2023) kemarin.

Ia juga mengungkapkan akan melakukan perombakan anggota kelompok dan untuk pembinaan di tahun ini akan di lakukan secara langsung oleh Kepala Desa Jono Kalora, Bashar Badja.

“Jadi,untuk lebah madu ini, itu akan di bina langsung oleh desa dalam hal ini kepala desa. Itu kemungkinan kami akan revisi lagi anggota, anggota baru. Agar,beberapa yang dari dusun satu,dua,tiga kami masukan ke dalam satu kelompok anggota itu,” ungkapnya.

Selain itu, menurutnya  untuk budidaya lebah madu memiliki potensi yang besar di desanya tersebut. Bahkan memiliki pasar hingga keluar daerah.

“Jadi yang besar potensinya itu, karena disini juga suasananya ini masih hutan,masih banyak pepohonan,tanaman, jadi potensi lebah madu cerana (Apis Cerana) itu sangat banyak sekali disini,” tuturnya.

Ia juga menerangkan bahwa harga jual atau pemasaran dari lebah madu cerena sampai saat ini, untuk perbotolnya cukup tinggi.

“Kalau untuk panennya itu kami jual itu sistem perbotol dia, jadi di liat hasil satu kas itu berapa botol dapatnya, itu yang kami jual. Kalau harga pemasaran sampai saat ini kami hargakan 120.000 per botol,” terangnya.

Rifki juga mengharapkan untuk penambahan kas agar tiap bulan ia dan kelompoknya bisa memanen lebah madu dengan rutin.

“Cuman kalau seandainya kita punya kas (sarang buatan) itu lebih dari seratus,itu tiap bulan pasti ada yang di panen,” tutupnya.

Baca juga : Pemdes Lobu Mandiri Prioritaskan Tiga Program Untuk Tahun 2023