Scroll Untuk Membaca Artikel
ZONA Parigi Moutong

Isu Keracunan Program MBG Merebak, Dinkes dan Disdikbud Parimo Belum Bersikap

1867
×

Isu Keracunan Program MBG Merebak, Dinkes dan Disdikbud Parimo Belum Bersikap

Sebarkan artikel ini
Foto: Ilustrasi by Google

PARIMO, ZonaSulawesi.id – Dugaan kasus keracunan yang dialami sejumlah siswa SDK Toboli saat mengikuti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi sorotan publik. Meski isu ini telah meluas di tengah masyarakat, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait justru terkesan abai. Hingga kini, Dinas Kesehatan (Dinkes) maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong belum memberikan keterangan resmi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, beberapa siswa SDK Toboli mengalami gejala mual, muntah, dan pusing setelah menyantap makanan yang disediakan dalam program MBG, beberapa waktu lalu. Kekhawatiran orang tua membuat mereka segera membawa anak-anak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari Dinkes maupun Disdikbud mengenai jumlah pasti siswa yang terdampak maupun penyebab dugaan keracunan tersebut. Diamnya kedua instansi yang seharusnya bertanggung jawab ini menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat.

Publik menilai, transparansi informasi sangat dibutuhkan agar tidak memicu spekulasi liar. Bahkan, sebagian warga khawatir sikap bungkam instansi terkait justru berpotensi memperburuk citra program MBG, yang sejatinya diinisiasi untuk meningkatkan asupan gizi anak sekolah.

Sejumlah pihak pun mendesak pemerintah daerah segera turun tangan dengan melakukan investigasi mendalam serta memastikan keamanan makanan yang didistribusikan. Evaluasi menyeluruh juga dinilai perlu dilakukan, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di sekolah lain.

Upaya konfirmasi yang dilakukan media ini kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kepala Dinas Kesehatan Parigi Moutong melalui pesan WhatsApp, Rabu (17/9/2025), belum mendapat tanggapan hingga berita ini diturunkan.

Adapun belasan siswa SDK Toboli Barat yang sebelumnya sempat dilarikan ke Puskesmas, berdasarkan keterangan yang diperoleh, tidak memerlukan perawatan intensif. Mereka juga telah kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa pada Rabu (17/9/2025).

Di tengah polemik ini, harapan agar program MBG benar-benar memberi manfaat bagi kesehatan peserta didik tetap disuarakan masyarakat. Namun demikian, keselamatan anak-anak diyakini harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaannya.