Parigi Moutong, Zona Sulawesi – Pemerintah Desa (Pemdes) Dongkalan terus mengupayakan peningkatan perekonomian masyarakat melalui program pemberdayaan yang bersentuhan langsung dengan keluarga penrima manfaat atau KPM.
“Kami terus mengoptimalkan pelayanan dan program pemberdayaan terhadap masyarakat seperti bantuan peningkatan pangan kepada masyarakat khususnya petani dan nelayan,” kata Kepala Desa (Kades) Dongkalan, Mohammad Kasim Datuamas saat ditemui di Kantor Desa Dongkalan, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Rabu (28/6/2023).
Ia mengaku, Pemdes Dongkalan telah menyalurkan berbagai bantuan pada sektor pangan, peternakan, dan perikanan. Sejumlah bantuan itu itu berdasarkan usulan dari KPM.
“Kalau untuk petani kita bantu dengan bibit-bibit, berupa bibit Nangka Madu sejumlah 200 bibit, untuk di bidang peternakan satu kelompok diberikan bantuan ternak kambing dan yang di perikanan dan kelautan kita bantu mesin ketinting sebanyak 5 unit,” ujar Kasim.
Bantuan itu diberikan bertujuan untuk menyelaraskan program pemerintah pusat. Bahkan, ia juga menyebut melalui bantuan itu Pemdes dapat memiliki Pendapatan Asli Desa (PADes), utamanya pada sektor perikanan.
“Tujuan saya kenapa untuk mengadakan soal ketahanan pangan agar selaras dengan program pemerintah pusat. Juga untuk peningkatan PADes yang tahun ini sudah ada dari bantuan mesin ketinting, karena kita sudah komitmen dengan penerima itu PADesnya kita tarik setiap bulan. Setiap bulannya itu kita sudah sepakati sebesar Rp25.000,” jelasnya.
Kasim juga berkeyakinan bahwa PADes kedepannya dapat ditingkatkan dengan cara penambahan bantuan terhadap masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan. Tak tangung-tangung, ia berencana untuk mengadakan 10 unit mesin ketinting untuk nelayan.
Sementera itu, ia mengungkapkan, pada sektor pangan dan peternakan terbilang cukup lama untuk membuahkan hasil. Namun, Kasim berharap bantuan yang diperuntukan kepada ratusan KPM dapat meningkatkan pendapatan ekonomi mereka.
“Adapun berupa pangan kambing ternak atau pertanian ini butuh waktu yang agak lama tapi tujuannya semuanya untuk kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
Kasim mengutarakan, bahwa ketika bantuan pada sektor pangan dan khususnya peternakan telah memiliki produksi, maka setiap penjualan kambing yang dilakukan KPM akan dikenakan potongan 10 persen masuk dalam PADes.
“Di bidang peternakan ini mungkin kita akan tarik minta PADe sebesar 10 persen dari hasil penjualan ternak. Tapi ketika kambing yang di ternak itu sudah berproduksi,” katanya.
Namun, untuk PADes di sektor pangan dan peternakan, kata Kasim, akan dialihkan ke Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).
“Kedepan untuk jual beli ternak dan pangan itu kita akan alihkan ke Bumdes jadi nanti PADesnya keluar dari Bumdes atau dari pendapatan Bumdes. Kalau nelayan mungkin kita tidak akan suruh ke Bumdes karena setiap bulan nelayan melaut jadi langsung ke desa, kalau di Bumdes yang kita harapkan itu dari peternakan dan pangan,” terang Kasim.
Sebab, Kasim mengatakan, Desa Dongkalan berkeinginan untuk menjadi salah satu penopang kebutuhan pangan, daging, dan perikanan di Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur.
“Tujuannya cuma satu. Kita ingin menjadi bagian dari penopang ibu kota negara yang ada di Kalimantan, ketika sudah ramai, maka kita sudah siap dengab stok persediaan kebutuhan mereka di Kalimantan,” tegasnya.
“Karena ketika ibu kota negara sudah jadi dan pemerintahan sudah berjalan otomatis kebutuhan ekonomi yang ada di sana larinya kesini seperti buah-buahan, daging, dan ikan. Nah, kita sudah siap walaupun saya tidak lagi menjabat sebagai kepala desa di periode yang akan datang tapi masyarakat sudah memiliki dasar jadi tujuannya untuk itu,” tutup Kasim.
Baca juga : Pemdes Dongkalan Salurkan BLT Tahap II Jelang Idul Adha 2023






