Scroll Untuk Membaca Artikel
ZONA Parigi Moutong

Kasus Dugaan Keracunan MBG Kembali terjadi, Puluhan Siswa SMP Taopa Dilarikan ke Puskesmas dan Rumah Sakit

2084
×

Kasus Dugaan Keracunan MBG Kembali terjadi, Puluhan Siswa SMP Taopa Dilarikan ke Puskesmas dan Rumah Sakit

Sebarkan artikel ini
FOTO: Akun Facebook Rini Andriani

PARIMO, ZonaSulawesi.id – Program Makan Bergizi (MBG) kembali menuai sorotan publik setelah sejumlah siswa SMP Negeri 2 Taopa, Kecamatan Taopa, Kabupaten Parigi Moutong, diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan yang dibagikan dalam program tersebut, Selasa (24/9/2025).

Peristiwa ini terjadi tak lama setelah kasus serupa menimpa belasan siswa SDK Toboli Barat beberapa waktu lalu. Kini, insiden di SMP Negeri 2 Taopa semakin memperkuat kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas pelaksanaan program unggulan pemerintah daerah tersebut.

Informasi awal dugaan keracunan ini mencuat melalui unggahan warga di media sosial. Salah satunya, dari akun Facebook bernama Reni Anggraini yang menuliskan keluh kesahnya setelah mendengar kabar sejumlah siswa, termasuk teman-teman sekelas anaknya, mengalami gejala keracunan. Dalam unggahannya, ia turut membagikan beberapa foto suasana sekolah, yang memperlihatkan tumpukan kotak makanan MBG, siswa yang panik, warga yang ikut membantu, hingga mobil ambulans yang datang melakukan evakuasi.

Dari data yang dihimpun, sebanyak 21 siswa SMP Negeri 2 Taopa sempat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Taopa. Kepala Puskesmas Taopa, Nurlian, saat dikonfirmasi Rabu (24/9/2025), membenarkan adanya kasus tersebut.

“Berdasarkan laporan dari petugas kami di lapangan, gejala yang dialami siswa antara lain muntah-muntah dan gatal-gatal. Beberapa siswa bahkan dianjurkan untuk dirujuk ke rumah sakit, karena fasilitas di Puskesmas Taopa hanya rawat jalan,” ungkapnya.

Sementara itu, upaya konfirmasi media ini kepada pihak sekolah, termasuk Kepala SMP Negeri 2 Taopa yang disebut bernama Takdir, belum mendapat jawaban. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah terkait penyebab dugaan keracunan tersebut.

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan keracunan massal yang berkaitan dengan program MBG di Parigi Moutong. Padahal, program ini digagas untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak sekolah. Namun, lemahnya pengawasan terhadap kualitas makanan disebut-sebut menjadi pemicu berulangnya insiden serupa.

Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap penyedia makanan MBG, sekaligus memastikan keamanan pangan benar-benar terjamin sebelum sampai ke tangan siswa. Bagi masyarakat, program ini sangat penting untuk mendukung kesehatan anak, tetapi tidak boleh sampai membahayakan keselamatan mereka.