Scroll Untuk Membaca Artikel
ZONA Kota Palu

Longki Djanggola Soroti Sanitasi Limbah Saat Monitoring Dapur MBG di Palu

227
×

Longki Djanggola Soroti Sanitasi Limbah Saat Monitoring Dapur MBG di Palu

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi II DPR RI, Longki Djanggola, melakukan kunjungan kerja ke Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Gunung Bosa, Foto: IST

PALU, ZonaSulawesi.id – Anggota Komisi II DPR RI, Longki Djanggola, melakukan kunjungan kerja ke Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Gunung Bosa yang berada di Kelurahan Lolu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, dalam agenda reses Masa Sidang IV Tahun 2025–2026.

Kunjungan yang dilakukan pada Senin (04/05/2026) ini, difokuskan pada evaluasi pelaksanaan program pemenuhan gizi yang menjadi salah satu prioritas pemerintah, khususnya bagi kalangan pelajar.

Dalam peninjauan tersebut, Longki memberi perhatian serius pada sistem pengelolaan limbah dapur, terutama Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL). Ia menegaskan bahwa aspek ini tidak boleh diabaikan karena berkaitan langsung dengan standar kebersihan dan keberlanjutan operasional dapur.

“Pengelolaan IPAL harus benar-benar optimal agar dapur tetap memenuhi standar sanitasi yang baik,” tegasnya.

Menurutnya, pengelolaan limbah dan kebersihan lingkungan dapur merupakan elemen krusial dalam menjaga kualitas layanan program MBG di berbagai daerah.

Selain menyoroti aspek sanitasi, Longki juga mengingatkan pentingnya menjaga mutu makanan yang disajikan. Ia menekankan agar standar yang ditetapkan oleh instansi terkait seperti Dinas Kesehatan dan Badan Gizi Nasional tetap menjadi acuan utama.

Ia menilai, penerapan standar tersebut sangat penting untuk menjamin keamanan pangan sekaligus memastikan kecukupan gizi bagi para penerima manfaat, khususnya siswa.

“Seluruh proses pengolahan harus higienis dan sesuai prosedur, sehingga manfaat program ini benar-benar dirasakan secara maksimal,” ujarnya.

Lebih lanjut, Longki menyebut program MBG sebagai salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi sejak usia dini.

Di sisi lain, Kepala SPPG Gunung Bosa, Putri Ramadahani, menjelaskan bahwa operasional dapur sejauh ini berjalan lancar dan mengikuti ketentuan yang berlaku. Bersama tenaga ahli gizi, Faiz Akbar, pihaknya terus menjaga standar kebersihan, keamanan pangan, serta kualitas gizi secara konsisten.

Saat ini, Dapur MBG Gunung Bosa tercatat melayani sebanyak 1.705 penerima manfaat.

“Kami berupaya mempertahankan kualitas layanan agar program ini terus memberi dampak positif bagi masyarakat,” pungkasnya.