Scroll Untuk Membaca Artikel
ZONA Desa

Pemdes Dongkalan Target Nol Persen Stunting di 2024

526
×

Pemdes Dongkalan Target Nol Persen Stunting di 2024

Sebarkan artikel ini
Pemdes Dongkalan saat melaksanakan rembuk stunting bertempat di MTs Alkhairaat Bobalo. Foto : DAL/ZonaSulawesi

Parigi Moutong, Zona Sulawesi Pemerintah Desa (Pemdes) Dongkalan, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) melaksanakan rembuk stunting bertempat di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Bobalo, Desa Bobalo, pada Selasa (18/7/2023).

Turut hadir dalam kegiatan itu, Camat Palasa, Hi Azhar, Kepala Desa (Kades) Dongkalan, Mohammad Kasim, BPD Dongkalan, Pendamping Lokal Desa, Ina Mutamaina, Perwakilan Puskesmas Palasa, Susilawati, Bhabinkabtimas, Suhendra, kades posyandu, kader kesehatan, Aparat Desa Dongkalan, dan masyarakat Desa Dongkalan.

Kepala Desa (Kades), Dongkalan, Mohammad Kasim mengatakan stunting merupakan barometer kesehatan masyarakat di desanya.

“Stunting jadi tolok ukur tentang kesehatan masyarakat. Pemdes akan mengupayakan mastarakat sehat jasmani dan rohani,” katanya.

Ia juga mengintruksikan seluruh kepala dusun tak henti-hentinya menyampaikan kepada masyarakat untuk mengikuti pelayanan posyandu.

“Kadus jangan henti-henti untuk menyampaikan kepada masyarakat untuk mengikuti posyandu. Karena ada sedikit penurunan masyarakat mebgikuti posyandu khususnya ibu hamil dan orang tua balita,” ujar Kasim.

Sekaitan dengan kondisi stunting, kata dia, secara umum masyarakat sudah mendengarkan sosialisasi dari BKKBN ataupun dari pihak Puskesmas Palasa. Di mana, angka pertumbuhan anak tidak sesuai dengan umurnya. Bahkan anak yang mengidap stunting diduga tidak dapat bersaing dalam kompetisi tertentu.

Selain itu, Kasim mengatakan, apabila ada masyaraka Desa Dongkalan yang bermukim di pengunungan akan melahirkan, kiranya dapat menghubungi bidan setempat.

Meski begitu, menurutnya, tidak sedikit masyarakat khususnya di pegunungan lebih mengutamakan tindakan dari dukun beranak daripada bidan. Bagi Kasim, hal itu tidak jadi masalah, jika penanganan bidang dan dukun beranak dapat di kolaborasikan.

“Kalau ada warga di gunung yang sakit konfirmasi kepada bidan. Saya juga pahami bahwa masih banyak yang ingin ditangani dukun beranak, tapi jika boleh itu di kolaborasi antara dukun beranak dan bidang,” ujarnya.

Kasim menargetkan angka stunting di Desa Dongkalan menurun bahkan 0 persen pada 2024 mendatang.

“2024 target kita untuk melakukan pencegahan stunting sampai 2024 itu nol persen. Harapan kita semua adalah semua anak-anak di Desa Dongkalan terhindar dari stunting,” ucapnya.

Camat Palasa, Hi Azhar mengungkapkan rembuk stunting merupakan awal penyusunan RKPDes mejelang 2024.

Sebab, kata dia, rembuk stunting adalah program nasional yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga menyasar ke tingkat desa.

“Rembuk stunting salah satu program nasional yang harus di laksajakan di setipa desa,” ungkap Hi Azhar.

Pemerintah Kecamatan Palasa mencatat pengidap stunting di Kecamatan Palasa sebanyak 65 orang. Khusus Desa Dongkalan sejumlah 6 orang anak.

“Bahwa untuk 2024 merupakan prioritas utama karena stunting di Kecamatan Palasa berjumlah 65 orang. Dongkalan 6 anak. Dilihat di data lintas sektor di Desa Dongkalan,” sebut Hi Azhar lagi.

Baca juga : Dikabarkan Hilang, Tim SAR Gabungan Cari Nelayan asal Desa Bualemo Banggai