Scroll Untuk Membaca Artikel

ZONA Parigi Moutong

Praktisi Hukum Minta Gubernur Sulteng Evaluasi Kinerja Pj Bupati Parigi Moutong

266
×

Praktisi Hukum Minta Gubernur Sulteng Evaluasi Kinerja Pj Bupati Parigi Moutong

Sebarkan artikel ini

Parigi Moutong, Zona Sulawesi – Praktisi Hukum, Hasbar berharap Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Rusdy Mastura mengevaluasi kinerja Pj Bupati Parigi Moutong (Parimo), Richard Arnaldo. Hasbar menilai Richard Arnaldo memilki keterkaitan emosional  dengan sejumlah politisi yang memiliki agenda politik di daerah itu.

Hasbar kemudian mencontohkan dalam konteks Pemilu pada Februari 2024 yang lalu. Saat itu menurut dia, kedua orang tua Pj Bupati Parimo ikut mencalonkan sebagai anggota legislatif.

“Pada 14 Februari 2024 kemarin kan pak Longky Djanggola jadi Caleg DPR RI, ibunya sebagai Caleg DPRD Provinsi dan anaknya Pj bupati. secara emosional tidak mungkin anak tidak membantu,” terang Hasbar.

Praktisi Hukum, Asbar. Foto : Tim

Sebab itu, untuk menghindari resistensi politik pada Pilkada November 2024 mendatang, Gubernur Sulteng harus mengevaluasi pj Bupati Parimo, Richard Arnaldo.

Apalagi, beredar informasi paman dari Pj Bupati Parimo akan ikut berkontekstasi pada Pilkada Novemver mendatang.

” Kemudian Pilkada dekat mata. Kalau misalnya pak Badrun Nggai maju pada Pilkada. Ini kan Paman dari Pj Bupati Parimo,” terang Hasbar kepada sejumlah awak media baru-baru ini.

” Karena itu, jika ingin menghindari resistensi politik di Parimo jangan sampai orang-orang ditunjuk jadi Pj Bupati beraviliasi dengan keluarga politisi yang akan maju,” terang Hasbar menambahkan.

Hasbar pun menginginkan, agar Gubernur menunjuk Pj Bupati yang netral alias tidak memiliki kepentingan politik praktis di Parimo. Harapannya, agar bisa menjalankan roda pemerinrahan dengan baik hingga terpilihnya bupati yang baru.

“Harusnya gubernur menempatkan Pj yang netral sehingga bisa menjalankan tugas di masa transisi kepemimpinan di Parimo,” pungkasnya.*

Baca juga : BPBD Parigi Moutong akan Lakukan Upaya Penanganan Banjir di Desa Eeya dan Ulatan