Scroll Untuk Membaca Artikel
ZONA Kota PaluZONA Sulawesi Tengah

Wagub Sulteng Bantah Namanya Dicatut dalam Dugaan Kasus Makelar Proyek RSUD Undata Palu

2993
×

Wagub Sulteng Bantah Namanya Dicatut dalam Dugaan Kasus Makelar Proyek RSUD Undata Palu

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Renny A. Lamadjido dan staf rumah sakit RSUD UNDATA PALU, Indrawati. Foto: IST

PALU, ZonaSulawesi.id – Nama Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Renny A. Lamadjido, ikut terseret dalam isu dugaan praktik makelar proyek di RSUD Undata Palu. Isu tersebut mencuat setelah sejumlah rekanan mengaku kesal terhadap pola pembagian proyek yang disebut-sebut diatur oleh Indrawati, salah seorang staf rumah sakit, bersama Rio Lamadjido.

 

Menurut sejumlah sumber, sejak Indrawati masuk ke RSUD Undata, mekanisme pengaturan proyek di rumah sakit itu berubah drastis. Rekanan yang hendak membicarakan soal proyek disebut harus terlebih dahulu berhadapan dengan Rio Lamadjido.

 

“Heran juga, Rio ini siapa? Indrawati atau Indah ini sejak masuk di RSUD Undata, pola pembagian proyek berubah sama sekali. Semua diarahkan melalui Rio, padahal jelas dia bukan pejabat dan tidak punya kapasitas apa pun di sana,” ujar salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.

 

Ia menambahkan, dalam komunikasi dengan Indrawati, dirinya kerap diarahkan untuk berhubungan dengan Rio. “Kami sering ditolak dengan alasan mengikuti perintah dari atas. Kalau disuruh menghadap Rio, tentu saja kami bertanya-tanya perintah dari atas itu maksudnya siapa. Bukan menuduh, tapi kami paham bahasa isyarat seperti itu,” tegasnya.

 

Sumber lain menyebut, kondisi semakin runyam dengan isu bahwa seluruh proyek yang bersumber dari APBD dianggap sebagai “jatah orang atas.”

 

Namun ketika dikonfirmasi terkait tudingan dirinya berada di balik dugaan pengaturan proyek tersebut, Wakil Gubernur Renny A. Lamadjido dengan tegas membantah. Ia menyebut kabar itu sebagai fitnah kejam.

 

“Dengan tegas saya katakan itu tidak benar. Semua usulan itu datang dari user, dalam hal ini dokter ahli atau pihak manajemen rumah sakit. Masa seorang wakil gubernur mau mengurus soal begituan?” tandas Renny, Kamis (26/9/2025).

 

Renny menegaskan, sejak lama dirinya bekerja di dunia kesehatan, mulai dari Direktur RS Anutapura, Direktur RSUD Undata, hingga Kadis Kesehatan, tidak pernah sekalipun tersandung kasus serupa.

 

“Kalau saya memang ingin main proyek, dari dulu saya sudah kaya raya. Tapi itu tidak pernah terjadi. Makanya saya harus jawab isu ini, karena menyangkut martabat saya,” katanya.

 

Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa Indrawati tidak melakukan praktik seperti yang dituduhkan oleh akun anonim Facebook bernama *Satria Bajahitam*, yang pertama kali menyebarkan isu tersebut.

 

“Karena saya tidak berbuat, saya berani menjawab. Yang mengusulkan semua kebutuhan rumah sakit adalah manajemen, bukan saya. Ini persoalan harga diri, martabat saya,” tegas Renny.

 

Sementara itu, Rio Lamadjido yang coba dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp hingga berita ini diturunkan, memilih untuk tidak memberikan tanggapan.(***)