Scroll Untuk Membaca Artikel
DaerahZONA SigiZONA Sulawesi Tengah

Wah! PUPR BWSS III Manfaatkan Air Sungai Paneki Untuk Kebutuhan Air Bersih Huntap Pombewe

668
×

Wah! PUPR BWSS III Manfaatkan Air Sungai Paneki Untuk Kebutuhan Air Bersih Huntap Pombewe

Sebarkan artikel ini
Foto: Zona Sulawesi/IST

Sigi, Zona Sulawesi – Dalam rangka memenuhi kebutuhan air bersih di kawasan Hunian Tetap (Huntap) Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kementrian Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai Sulawesi III (BWSS III) melaksanakan pembangunan intake dan jaringan air baku dengan memanfaatkan aliran air pada Sungai Paneki, di Desa Pombewe.

Proyek yang dimenangkan oleh PT Mari Membangun Nusantara hingga memasuki akhir November 2021 telah merampungkan pekerjaan utama diantaranya pembangunan bendung intake di hulu Sungai Paneki, pekerjaan jembatan lintasan pipa serta pekerjaan pemasangan jaringan pipa air menuju bak penampung di Huntap Pombewe.

Pengerjaan proyek tersebut menjadi tanggung jawab dari Satuan Kerja SNVT Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air WS Palu-Lariang, WS Parigi-Poso, WS Kaluku-Karama Provinsi Sulawesi Tengah ini bukan tanpa kendala, tingginya intensitas curah hujan dan longsoran sendimentasi lahar dingin disekitar pegunungan Paneki menjadi salah satu faktor hambatan lambannya proses kerja.

Longsoran sendimentasi tanah dan pasir dari celah pegunungan yang mengalami retakan pasca Gempa Bumi 18 September 2018 silam, karena berada di antara titik pembangunan Mercu dan jembatan Lintasan I dan II, ribuan kubik material batu dan pasir akan menumpuk dilokasi kerja sewaktu waktu terjadi saat didaerah tersebut diguyur hujan.

“Sendimentasi longsoran material dari celah gunung yang terbelah disekitar lokasi kerja sangat kami khawatirkan, pasalnya material yang turun dapat merusak pekerjaan yang sudah ada dan juga sangat rentan buat keselamatan pekerja disana, makanya saya selalu berupaya agar dilokasi tersebut dipantau setiap saat,“kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Air Tanah dan Air Baku (ATAB) BWSS III, Hariady Indra Mantong ST., M.Sc, saat ditemui dilokasi kerja di Dusun Paneki, Desa Pombewe, Minggu (21/11/2021).

Meskipun ancaman longsoran lahar dingin di celah pegunungan Pombewe membayangi, proyek yang dibiayai Pinjaman Bank Dunia tersebut terus digenjot. Bahkan kontraktor pelaksana terus di “Tongkrongi” PPK setiap saat, hal ini dilakukan agar progress pekerjaan Proyek Air Baku dapat dimaksimalkan.

“Kami terus mendesak kontraktornya agar capai progress, karena kami targetkan Desember tahun ini air dapat dimanfaatkan warga khususnya di daerah hunian tetap Pombewe,”ujar Hariady Indra Mantong.

Pantauan media ini dilapangan tampak sejumlah pekerja merampungkan sisa pekerjaanya, di hulu sungai yang menjadi lokasi pembangunan mercu yang menjadi bending intake tampak tukang batu membersihkan sisa material disekitar lokasi mercu dan saluran pembersih. Demikian pula pekerjaan pemasangan jaringan pipa dari Bendung Intake menuju Bak pengolahan (reservoir) di Huntap Pombewe yang telah dibangun sebelumnya oleh Balai Prasarana dan Pemukiman Wilayah (BP2W) Sulteng tahun 2020.

Bentangan pipa air bersih tampak mengular dari bendung inteke di hulu sungai Paneki melintasi pebukitan , disekitar jaringan pipa dibuatkan jalan inspeksi agar sewaktu waktu dapat dipakai untuk mengontrol distribusi air.

Proyek pembangunan Intake dan Transmisi Air Baku Paneki di Kabupaten Sigi menelan anggaran sebesar Rp 20.604.144.000 dari Pos Anggaran Pinjaman Asen Development Dunia (ADB ) yakni proyek EARR (Emergency Assistance For Rehabilitation and Reconstruction).

Selaku PPK pada Air Tanah dan Air Baku (ATAB) BWSS III, Hariady berharap fasilitas pendukung lainnya yang dikerjakan oleh instansi tehnis yakni Dinas Cipta Karya dapat rampung sebelum air baku dari sungai Paneki disuplai ke reservoir.

“Sebenarnya kita sekarang menunggu action dari tmn2 CK karena di Huntap Pombewe baru ada reservoir, belum ada Water Treatment Plant .. jadi kalau pipa transmisi mau langsung masuk ke reservoir kasian nanti warga mengeluh airnya keruh saat hujan,“ jelasnya.

Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) adalah sistem atau sarana yang berfungsi untuk mengolah air dari kualitaas air baku (Influent) terkontaminasi untuk mendapatkan perawatan kualitas air yang diinginkan sesuai standar mutu atau siap untuk di konsumsi. Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) merupakan sarana yang penting di seluruh dunia yang akan menghasilkan air bersih dan sehat untuk dikonsumsi.

Hariady Indra Mantong optimis pelaksana proyek ini dapat tepat waktu, capaian kemajuan pekerjaan per November 2021 telah memasuki 91 persen , dijadwalkan awal desember akan dilaksanakan Uji Pengaliran Air ke Bak Penampung (Reservoir) di Huntap Pombewe.

“Progresnya sudah capai 91 persen,rencananya setelah kita cek semua instalasi pipanya,kita akan uji coba mengalirnya air ,kontraknya juga akan selesai desember pertengahan tahun ini T, “ tutupnya.**

Penulis : TIM