Scroll Untuk Membaca Artikel
ZONA Parigi MoutongZONA Pendidikan

Parimo Masih Kekurangan Guru Di Sekolah Terpencil

1977
×

Parimo Masih Kekurangan Guru Di Sekolah Terpencil

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi soerang guru mengajar di sekolah terpencil. Foto : Istimewa

Parigi Moutong, Zona Sulawesi – Masalah kekurangan tenaga pengajar atau guru di sekolah terpencil di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah sudah  menjadi rahasia umum di tengah masyarakat.

Pasalnya, kesulitan akses jalan menuju ke sekolah di daerah terpencil menjadi alasan kurangnya guru. Terlebih lagi dengan gaji yang pas-pas membuat mereka yang ingin mengejar di daerah pegunungan perlu berpikir dua kali. Hal ini tentunya harus menjadi perhatian penting bagi pemerintah khususnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbud-Ristek RI).

Sehingga, Rembuk Pendidikan Daerah Kabupaten Parimo Tahun 2021 diharapkan menjadi ruang solusi dalam penyelesian permasalahan tersebut. Rembuk Pendidikan ini telah resmi dibuka oleh Direktur Sekolah Dasar Kemendikbud-Ristek RI, Dra Sri Wahyuningsih MPd bertempat di Lolaro Tinombo, Sabtu (16/10/21).

Selaku panitia pelaksana, Sunarti SPd MPd melaporkan, kegiatan Rembuk Pendidikan diramaikan pameran hasil karya guru penggerak Kabupaten Parimo yang merupakan bagian dari kegiatan Merdeka Belajar yang telah digagas oleh Menteri Dikbud-Ristek RI, Nadiem Makarim.

Sunarti mengatakan, Rembuk Pendidikan di Parimo adalah salah satu bentuk perhatian dan kepedulian Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parimo terhadap pendidikan untuk mencerdaskan masyarakat utamanya di daerah-daerah terpencil.

“Perlu kami sampaikan kepada ibu Direktur, bahwa saat ini daerah kami ada 60 Sekolah Dasar terpencil, dan jumlah terbanyak berada di Kecamatan Palasa dan Tinombo,”ucapnya.

Sunarti juga mengaku, proses pembelajaran di Satuan Pendidikan di daerah Parimo masih sangat memprihatinkan, karena kurangnya tenaga pendidik utamanya di daerah terpencil, dan masih banyak permasalahan-permasalahan pendidikan di daerah Parimo, sehingga menurutnya, Bupati Parimo H Samsurizal Tombolotutu dengan serius dan gigih memperhatikan pendidikan.

Melalui Rembuk Pendidikan, Sunarti berharap dapat melahirkan gagasan dan ide cemerlang yang bertujuan untuk meningkatkan kerjasama  pemerintah dan publik dalam kegiatan pendidikan dan kebudayaan serta untuk membangun sinergitas antara pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan, baik pemeintah pusat maupun Pemda.

“Kegiatan ini dilaksanakan sehari dengan peserta berjumlah 200 orang terdiri dari Komunitas Adat Terpencil, Pengurus PGRI Kabupaten Parigi Moutong, para Koordinator Wilayah Satuan Pendidikan Kabupaten Parigi Moutong, KKG, KKM, Guru Penggerak serta para Instruktur pembelajaran kelas jauh, dengan pemateri Direktur  Sekolah Dasar Kemendikbud-Ristek RI Dra Sri Wahyuningsih MPd, Pembantu Rektor I Universitas Tadulako Dr Lukman Najamudin MHum, Bunda Paud Parigi Moutong Dra Hj Noor Wachida Prihartini S Tombolotutu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah Drs I Nyoman Sriadijaya MM, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Parigi Moutong Ardi Kadir SPd MM, Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah Dr Muhlis SPd MSi dan Ketua PGRI Provinsi Sulawesi Tengah,”ungkap Sunarti dalam laporannya.

Diharapkan output dari kegiatan Rembuk Pendidikan, kata Sunarti adalah komitmen seluruh pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan untuk membantu permasalahan yang dihadapi oleh guru khususnya yang mengajar di daerah terpencil, dan melahirkan ide ide gemilang  untuk dijadikan pedoman dalam pemberian kebijakan di bidang pendidikan yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Parimo.

Direktur Sekolah Dasar Kemendikbud-Ristek RI, Dra Sri Wahyuningsih MPd saat mengunjungi salah satu sekolah dasar di Kabupaten Parimo. Foto : Diskominfo Parimo

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Sekolah Dasar Sri Wahyuningsih mengatakan, kegiatan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) dilakukan di daerah yang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1, level 2 dan level 3 serta tenaga pendidiknya sudah mendapatkan vaksinasi.

Sri Wahyuningsih menuturkan, bagi daerah yang sudah dinyatakan PPKM level 1 dan 2 jangan evoria atau merasa sudah terbebas dari covid-19, tetapi baginya sekolah harus terus menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) karena Prokes menjadi wajib dilakukan utamanya kepada tenaga pendidik dan anak didik.

“Anak anak PAUD biasanya masih suka berkumpul, apalagi penomena adanya masker berwarna warni pasti mereka tertarik untuk memegangnya atau apapun itu. Nah ini tentunya perlu menekankan kepada anak anak kita untuk Patuh terhadap Protokol kesehatan agar Satuan pendidikan tidak menjadi klaster Covid-19,”katanya.

Ia juga menghimbau Prokes harus diterapkan dengan disiplin, kuatkan imun, jaga kesehatan agar yang di khawatirkan tidak terjadi.

“Tetap sehat, tetap semangat. wujudkan Merdeka Belajar demi mewujudkan Parigi Moutong yang cerdas,”pungkasnya.

Sri Wahyuningsih mengakhiri sambutanya dengan sebuah pantun “Pantai Indah di Pantai Lolaro, setinggi pohon Manggrove yang menambah warna, Kebersamaan kita hadir di Parigi Moutong, seiring hati yang bahagia dan gembira”.

Bupati Parigi Moutong melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Parimo, Drs Samin Latandu menyampaikan selamat datang kepada Direktur Sekolah Dasar Kemendikbud-Ristek RI. Samin berharap tujuan akhir dari Rembuk Pendidikan adalah mencerdaskan anak bagsa.

“Harapan kita bersama tujuan akhirnya adalah mencerdaskan anak bangsa, khususnya anak anak kita di Sekolah. Insya Allah melalui Rembuk Pendidikan ini pada akhirnya nanti ada kesimpulan yang terbaik bisa di implementasikan di Kabupaten Parigi Moutong,”harapnya.

“Saya selaku Pemerintah daerah menyampaikan selamat datang kepada Ibu Direktur. Kita saat ini berada di Kecamatan Tinombo Kabupaten Parigi Moutong. Untuk Ibukota Kabupatennya di Parigi. Panjang garis pantai Parigi Moutong 472 Kilo meter terbentang dari Desa Maleali Kecamatan Sausu hingga Desa Sijoli Kecamatan Moutong,”lanjut Samin.

Samin berharap, kedatangan Direktur Sekolah Dasar di Parimo membawa kesan yang baik dan mendapat amanat atau nasehat nasehat khususmya bagi tenaga pendidik.

“Melalui kesempatan ini saya menyampaikan kepada kita semua agar kegiatan ini diikuti dengan serius. Insya Allah dapat memberikan nilai plus demi kemajuan Pendidikan di Kabupaten Parigi Moutong,”tutupnya.

 

(Diskominfo Parimo/DAL)