Scroll Untuk Membaca Artikel
ZONA Parigi Moutong

Reses di Lemusa, Imran Aimang Soroti Nasib Keluarga Guru Pensiunan hingga Pengangguran Sarjana Desa

71
×

Reses di Lemusa, Imran Aimang Soroti Nasib Keluarga Guru Pensiunan hingga Pengangguran Sarjana Desa

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Imran Aimang, S.Pd, Foto: IST

PARIMO, ZonaSulawesi.id – Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Imran Aimang, S.Pd., menyoroti dua persoalan utama yang dihadapi masyarakat desa, yakni minimnya perhatian terhadap keluarga pensiunan guru yang telah meninggal dunia serta tingginya angka pengangguran di kalangan sarjana. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Reses Masa Persidangan Tahun 2026 yang digelar di Desa Lemusa, Kecamatan Parigi Selatan, Kamis (23/04/2026).

 

Kegiatan yang dihadiri aparat desa, pengurus PKK, BUMDes, serta masyarakat Desa Lemusa dan Desa Gangga itu menjadi ruang terbuka bagi warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi. Salah satu isu yang paling mendapat perhatian adalah harapan agar pemerintah daerah lebih memperhatikan kesejahteraan keluarga atau ahli waris pensiunan guru.

 

Imran Aimang menegaskan bahwa pengabdian seorang guru tidak seharusnya berhenti pada masa pensiun, terlebih ketika keluarga yang ditinggalkan masih membutuhkan perhatian negara.

 

“Pengabdian guru adalah fondasi pembangunan. Sangat disayangkan jika setelah wafat, keluarga yang ditinggalkan belum mendapatkan perhatian yang layak. Aspirasi ini akan menjadi prioritas untuk saya perjuangkan di tingkat legislatif,” ujarnya.

 

Selain itu, persoalan pengangguran terdidik juga menjadi sorotan. Warga mengeluhkan terbatasnya lapangan kerja yang mampu menyerap lulusan sarjana di tingkat desa, sehingga banyak potensi sumber daya manusia yang belum dimanfaatkan secara optimal.

 

Menanggapi hal tersebut, politisi PDI Perjuangan itu menyatakan komitmennya untuk mendorong program pemberdayaan ekonomi masyarakat sebagai solusi jangka pendek maupun panjang. Sejumlah usulan prioritas yang dihimpun dalam reses tersebut antara lain:

 

Pemberdayaan perempuan, melalui bantuan perlengkapan usaha seperti katering, tenda, dan kursi bagi kelompok PKK dan Dasawisma.

Penguatan sektor pertanian dan peternakan, berupa bantuan alat mesin pertanian (alsintan) seperti mesin paras dan tangki sprayer, serta program bantuan ternak bagi warga Desa Olaya dan Desa Gangga.

 

Dalam kesempatan itu, Imran Aimang juga menunjukkan kepedulian langsung dengan memberikan bantuan uang tunai secara pribadi kepada sejumlah warga yang membutuhkan, di luar mekanisme anggaran pemerintah.

 

Ia memastikan seluruh aspirasi masyarakat yang dihimpun akan dikawal dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mendatang agar dapat direalisasikan secara bertahap.

 

“Bantuan sarana usaha dan alat pertanian merupakan kebutuhan dasar untuk mendorong produktivitas masyarakat. Saya akan mengawal usulan ini agar masuk dalam program prioritas daerah,” tegasnya.

 

Kegiatan reses ditutup dengan komitmen bersama antara masyarakat, pemerintah desa, dan anggota DPRD untuk memperkuat koordinasi, sehingga setiap usulan yang diajukan dapat tepat sasaran dan segera terealisasi.