Scroll Untuk Membaca Artikel
ZONA Kota PaluZONA Sulawesi Tengah

Respons Keras PMII Komisariat UIN Datokarama Palu Atas Penghinaan Fuad Plered Terhadap Guru Tua

5320
×

Respons Keras PMII Komisariat UIN Datokarama Palu Atas Penghinaan Fuad Plered Terhadap Guru Tua

Sebarkan artikel ini
Ketua PMII Komisariat UIN Datokarama Palu, Syahrurrozy A. Badjeber, Foto: ZS

PALU, ZonaSulawesi.id – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UIN Datokarama Palu melayangkan kecaman keras atas komentar tidak beradab yang dilontarkan oleh Gus Fuad Plered dalam sebuah unggahan kanal youtube yang menghina Habib Idrus bin Salim Aljufri atau yang dikenal dengan Guru Tua, dengan sebutan “monyet”. Kalimat provokatif ini sangat mencederai kehormatan seorang ulama besar yang merupakan pendiri Alkhairaat sekaligus tokoh awal dalam menyebarkan Islam di Indonesia Timur.

Ketua PMII Komisariat UIN Datokarama Palu, Syahrurrozy A. Badjeber, menegaskan bahwa pernyataan Gus Fuad Pleret merupakan tindakan tidak terhormat terhadap seorang ulama.

“Kami selaku kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai ahlusunnah wal jamaah dan menjaga ajaran Alhabib Idrus bin Salim Aljufri tentu saja tidak terima dan mengecam pernyataan yang sampaikan oleh Gus Fuad Plered. Menghina seorang ulama besar tentu bukan merupakan tindakan yang terhormat, apalagi seorang Alhabib Idrus bin Salim Aljufri yang merupakan ulama yang sangat dihormati dan dicintai oleh masyarakat”, tegasnya, Kamis (27/03/25).

Sebelumnya diketahui, beredar viral di kanal media sosial sebuah live youtube yang membahas tentang pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi Guru Tua, yang di dalamnya Gus Fuad Plered menjadi salah satu pembicara. Lalu di antara pernyataannya, Fuad menyebut Guru Tua dengan kata “monyet”.

Sebagai respons terhadap tindakan tersebut, PMII Komisariat UINDK Palu meminta agar aparat penegak hukum segera menindaklanjuti hal tersebut.

“Kami juga meminta kepada aparat kepolisian untuk segera menindaklanjuti kasus ini agar diadili dengan seadil-adilnya. Ini bukan hanya tentang pencemaran nama baik, tapi juga tentang penghinaan ulama kami yang tercinta. Pernyataan seperti itu tidak sepantasnya dilontarkan oleh seorang yang menyandang sebutan ‘Gus’” tambah Syahrurrozy.

Selanjutnya, melalui pernyataan Syahrurrozy, PMII Komisariat UINDK Palu bersama seluruh kader PMII akan terus mengawal kasus ini sampai menemukan titik yang diinginkan, Ia menyatakan bahwa Guru Tua adalah ulama yang sangat berjasa, leluhur, sekaligus orang tua yang sangat dicintai oleh masyarakat.