Scroll Untuk Membaca Artikel
Uncategorized

Sebanyak 70 Kasus Keracunan dan 5.914 Penerima Manfaat Terdampak Sepanjang 2025, Kepala BGN Soroti SPPG: Minim Pengalaman

2439
×

Sebanyak 70 Kasus Keracunan dan 5.914 Penerima Manfaat Terdampak Sepanjang 2025, Kepala BGN Soroti SPPG: Minim Pengalaman

Sebarkan artikel ini
Kepala BGN, Dadan Hindayana, Foto: Rakyat Prmbaruan/ZS

JAKARTA, ZonaSulawesi.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan melalui 9.615 Satuan Pelaksana Penyedia Gizi (SPPG) telah menjangkau sekitar 31 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Namun, sepanjang Januari hingga September 2025, program unggulan pemerintah ini diwarnai 70 kasus keracunan makanan dengan total 5.914 penerima terdampak.

 

Dikutip dari Inilah.com, Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat, pada periode 6 Januari hingga 31 Juli 2025 terjadi 24 kasus keracunan dari 2.391 SPPG. Angka tersebut melonjak pada periode 1 Agustus hingga 27 September 2025 dengan 47 kasus dari 7.244 SPPG.

 

Jika dilihat berdasarkan wilayah, Jawa menempati posisi tertinggi dengan 41 kasus yang menimpa 3.610 penerima manfaat. Sumatera mencatat 9 kasus dengan 1.307 korban, sementara Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Bali, dan NTT secara keseluruhan melaporkan 20 kasus dengan 997 korban.

 

BGN mengungkapkan, faktor utama penyebab keracunan antara lain minimnya pengalaman SDM baru, kualitas bahan baku yang tidak terjaga, penggunaan air tercemar, serta pelanggaran terhadap standar operasional prosedur (SOP). Hasil uji laboratorium juga mendeteksi keberadaan sejumlah bakteri berbahaya, di antaranya E.coli, Staphylococcus aureus, Salmonella, Bacillus cereus, Coliform, Klebsiella, dan Proteus.

 

“Data menunjukkan bahwa sebagian besar kasus dialami oleh SPPG yang baru beroperasi karena SDM masih membutuhkan jam terbang,” jelas Kepala BGN, Dadan Hindayana.

 

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan perlunya peningkatan standar keamanan di setiap SPPG.

 

“Saya instruksikan agar setiap SPPG dilengkapi koki terlatih, alat rapid test, alat sterilisasi food tray, filter air, serta CCTV yang terhubung ke pusat,” tegas Presiden Prabowo.

 

Sementara itu, Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, memastikan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh. “BGN bertanggung jawab penuh dan berjanji untuk berbenah agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” ujarnya.

 

Sumber: https://www.inilah.com/dipanggil-prabowo-gara-gara-banyak-kasus-keracunan-mbg-ini-penjelasan-kepala-bgn

banner 970x250